Duduk Perkara Ridwan Kamil Protes karena Pesawat Delay 10 Jam di Bandara Ngurah Rai
Diketahui dari Bali, Ridwan Kamil hendak menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) menggunakan maskapai Super Air Jet.
Beredar video mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) terjebak delay penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pengalaman tidak mengenakan itu dialami Ridwan Kamil bersama sejumlah penumpang lain imbas pengaspalan landasan pacu.
Diketahui dari Bali, Ridwan Kamil hendak menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) menggunakan maskapai Super Air Jet. Lewat kuasa hukumnya, Muslim Jaya Butarbutar, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa penerbangan yang semula dijadwalkan pada Jumat (11/7) mengalami delay total 10 jam.
"Jadwal 21.30 WITA rute DPS-CGK. Tiba-tiba diundur ke jam 23.45 WITA. Diundur lagi ke jam 01.30 WITA. Tiba-tiba diumumkan pesawat dibatalkan, akan berangkat jam 08.00 WITA esok harinya. Total delay 10 jam," kata Muslim saat dikonfirmasi, Minggu (18/7).
Menurut Muslim, alasan gagal berangkat karena pukul 02.00-07.00 WITA pihak bandara menyatakan ada pengaspalan jalan. "Padahal pesawat ada dan siap berangkat," imbuh Muslim.
Duduk Perkara
Peristiwa dialami Ridwan Kamil itu seperti tampak dalam video beredar di media sosial. Ridwan Kamil bersama sejumlah penumpang lainnya tampak sedang memprotes pihak maskapai hingga bandara.
Ridwan Kamil menyayangkan adanya pengalaman tersebut. Dia menilai sikap pihak bandara lebih mengutamakan proyek pengaspalan ketimbang memperhatikan kepentingan para penumpang.
"Penumpang protes, kenapa ngaspal jalan enggak ditunda aja sejam, demi ratusan penumpang bisa terbang. Karena pesawat sudah siap. Ada yang gagal ujian, gagal transit, gagal meeting, dan lain-lain," ucap Ridwan Kamil.
Di sisi lain, Ridwan Kamil mengaku para penumpang tak diberi kesempatan buat memeroleh informasi lebih jelas dari pimpinan bandara. Terkait ini, Ridwan Kamil mengaku diminta penumpang lainnya untuk melobi pimpinan bandara.
“Tapi, manager bandara tidak mau memberi kami bicara ke pimpinannya. Itu inti protes kemarin," ujar dia.
“Dan pihak teknis bandara tidak memberi akses penumpang untuk bicara ke pimpinan bandara dan pilot pesawat yang stand by," kata Ridwan Kamil.
Serangkaian protes itu pun sia-sia. Sebab, menurutnya, penerbangan tetap baru berangkat pada Sabtu (12/7) pukul 08.00 WITA. Yang lebih disangkan lagi, kata RK, tak ada permohonan maaf yang disampaikan pramugari atas insiden penundaan hingga lebih dari 10 jam itu.
"Jadi terbang pukul 08.00 WITA. Dan menyebalkannya, di pesawat pramugari dan kapten tidak sedikitpun mengucapkan kata maaf ke penumpang yang delay 10 jam," kata Ridwan Kamil.