Dubes WHO Yohei Sasakawa Minta Penderita Kusta Tidak Didiskriminasi
Sasakawa menekankan bahwa penanggulangan kusta tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga pada perubahan pendekatan sosial.
Duta Besar Kehormatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa, menegaskan pentingnya upaya bersama dalam memberantas penyakit kusta di Indonesia, sekaligus menghapus stigma dan diskriminasi terhadap para penderitanya.
Melalui Sasakawa Health Foundation (SHF), Sasakawa menekankan bahwa penanggulangan kusta tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga pada perubahan pendekatan sosial, yakni dengan memahami bahwa kusta bukan penyakit kutukan dan dapat disembuhkan.
"Yang terpenting adalah mengobati dan membebaskan orang-orang ini dari diskriminasi serta memberi mereka simpati. Saya juga berharap kita bersama-sama melakukan pendekatan untuk menghilangkan kusta dengan baik," ujar Sasakawa dalam acara Media Briefing di Wisma Habibie-Ainun, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/1).
Sasakawa menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kusta di Indonesia, mengingat Indonesia termasuk tiga negara dengan jumlah penderita kusta terbanyak di dunia. Menurutnya, penyebaran penyakit ini diperparah oleh minimnya edukasi masyarakat bahwa kusta dapat disembuhkan dan bukan penyakit yang mudah menular.
"Sebagaimana kita tahu, kusta memiliki tanda-tanda medis dan juga menghadapi persoalan stigma akibat banyaknya miskomunikasi yang perlu diatasi," kata Sasakawa.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyambut baik komitmen Sasakawa dalam upaya pemberantasan kusta. Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar penanganan kusta dapat dilakukan secara komprehensif dan berbasis bukti ilmiah.
"Kalau ada yang mengisolasi atau membuang saudaranya karena terkena lepra, itu disinformasi. Tidak ada bukti ilmiahnya. Secara ilmiah, ketika seseorang terinfeksi bakteri lepra dan mengonsumsi antibiotik, dalam waktu kurang dari satu minggu penyakit tersebut sudah tidak menular," ujar Budi.
Habibie Centre Kolaborasi dengan Sasakawa Health dan Kemenkes
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Sasakawa Health Foundation dan Kementerian Kesehatan RI dalam upaya memerangi kusta di Indonesia.
Kesehatan Aspek Penting
Ia menilai bahwa kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan bagian dari nilai-nilai yang mendukung demokrasi, selain kesejahteraan, keadilan, dan kebebasan.