Diskatapang Lebak Salurkan Bantuan Pangan, 123 Ribu KPM Terima Beras dan Minyak Goreng
Dinas Ketahanan Pangan Lebak sukses menyalurkan bantuan pangan kepada 123.645 keluarga penerima manfaat, meringankan beban ekonomi warga miskin di tengah tantangan inflasi.
Dinas Ketahanan Pangan (Diskatapang) Kabupaten Lebak, Banten, pada pekan ini telah memulai penyaluran bantuan pangan signifikan. Bantuan ini ditujukan kepada 123.645 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tergolong warga miskin di wilayah tersebut.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Setiap KPM akan menerima paket bantuan berupa beras dan minyak goreng, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Penyaluran bantuan pangan Lebak ini juga menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi inflasi. Selain itu, program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga komoditas pangan di pasaran, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Rincian Bantuan dan Kriteria Penerima Manfaat
Penyaluran bantuan pangan oleh Diskatapang Lebak ini mencakup alokasi untuk dua bulan, yakni periode Oktober hingga November 2025. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima total 20 kilogram beras, dengan rincian 10 kilogram per bulan.
Selain beras, setiap KPM juga mendapatkan bantuan berupa empat liter minyak goreng. Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Diskatapang Kabupaten Lebak, Benu Dwiyana, menjelaskan, "Penyaluran bantuan pangan yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk dua bulan (Oktober-November 2025) sebanyak 20 kilogram (per KPM)."
Kriteria penerima bantuan pangan Lebak ini adalah KPM yang terdaftar dalam Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTSEN). Data ini memastikan bahwa bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sehingga efektivitas program dapat maksimal.
Dampak Positif dan Upaya Stabilisasi Harga
Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Lebak. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan bagi keluarga penerima.
Benu Dwiyana menegaskan harapannya agar pendistribusian paket pangan berjalan lancar dan mampu memenuhi ketersediaan pangan keluarga. "Kami berharap bantuan pendistribusian paket pangan berjalan lancar dan memenuhi ketersediaan pangan keluarga," ujarnya, seraya menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.
Lebih lanjut, program penyaluran bantuan pangan Lebak ini juga merupakan salah satu kegiatan pemerintah untuk mengantisipasi inflasi dan menstabilkan harga pangan di pasaran. Dengan pasokan yang memadai, diharapkan harga komoditas pangan tetap stabil, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus.
Respons Masyarakat dan Komitmen Pemerintah
Respons positif datang dari masyarakat penerima bantuan pangan di Kabupaten Lebak. Salah satunya adalah Sueb, warga Rangkasbitung, yang menyatakan rasa syukurnya atas bantuan paket pangan dari Bapanas. "Kami merasa bahagia penyaluran bantuan paket pangan untuk masyarakat miskin," kata Sueb.
Pemerintah Kabupaten Lebak, melalui Diskatapang, menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan tujuan nasional untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Dengan adanya penyaluran bantuan pangan Lebak secara berkala, diharapkan masyarakat miskin dapat lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung kebutuhan dasar warganya, terutama di sektor pangan.
Sumber: AntaraNews