Disdikbud Kalsel Perkuat Literasi Sejarah Pelajar Melalui Program Unggulan Museum Masuk Sekolah
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat literasi sejarah pelajar melalui program inovatif Museum Masuk Sekolah Kalsel. Inisiatif ini bertujuan mendekatkan museum sebagai sumber belajar menarik dan menumbuhkan kes
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara aktif memperkuat literasi sejarah para pelajar di wilayahnya. Upaya ini diwujudkan melalui program inovatif bernama Museum Masuk Sekolah yang telah digelar di beberapa sekolah selama delapan hari. Program ini merupakan inisiatif dari Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, menjelaskan bahwa program ini menyasar sejumlah sekolah menengah atas. Di antaranya adalah SMAN 1 Muara Uya di Kabupaten Tabalong, SMAN 1 Lampihong di Kabupaten Balangan, serta SMAN 8 Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Museum Wasaka.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendekatkan museum kepada peserta didik, menjadikannya sumber belajar yang menarik, kontekstual, dan inspiratif. Melalui Museum Masuk Sekolah, Disdikbud Kalsel berupaya meningkatkan minat belajar siswa. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya sejarah dan budaya daerah di kalangan generasi muda Banua.
Mendekatkan Museum ke Ruang Kelas
Program Museum Masuk Sekolah ini menjadi bukti nyata komitmen Disdikbud Kalsel dalam memperkaya pengalaman belajar siswa. Raudati Hildayati menegaskan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat kunjungan semata, melainkan hadir langsung di sekolah sebagai media pembelajaran yang efektif. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk berinteraksi lebih dekat dengan warisan budaya dan sejarah.
Inisiatif ini dirancang untuk membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih hidup dan relevan bagi siswa. Dengan membawa museum ke lingkungan sekolah, diharapkan dapat memicu rasa ingin tahu dan apresiasi yang lebih dalam terhadap identitas lokal. Program ini juga mendukung proses pembelajaran di kelas dengan menyediakan materi yang konkret dan mudah diakses.
Disdikbud Kalsel berharap program ini mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang sejarah dan budaya daerah. Selain itu, diharapkan juga dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan bangsa. Integrasi museum ke dalam kurikulum sekolah menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang berpengetahuan luas dan berbudaya.
Pengalaman Belajar Interaktif dan Menarik
Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan berbagai koleksi museum yang menarik. Salah satu koleksi khas yang menjadi daya tarik utama bagi peserta didik adalah mandau. Kehadiran koleksi asli ini memberikan pengalaman visual yang berbeda dibandingkan hanya membaca dari buku teks.
Selain melihat koleksi, siswa juga mendapat pengalaman belajar langsung melalui edukasi pembersihan koleksi museum. Aktivitas ini memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana merawat benda-benda bersejarah. Panitia juga memfasilitasi pemutaran film sejarah revolusi fisik melalui konsep silent cinema, yang menawarkan cara baru dalam menikmati narasi sejarah.
Kuis interaktif juga menjadi bagian penting dari program ini, digelar di setiap ruang kegiatan yang meliputi ruang materi, ruang audio visual (AVI), dan ruang pamer. Dua narasumber ahli turut dihadirkan untuk memberikan materi, memastikan pembelajaran menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh siswa. Pendekatan multi-indrawi ini diharapkan dapat meningkatkan retensi informasi sejarah.
Optimisme dan Rencana Jangka Panjang
Sebagai bagian dari evaluasi, panitia menghimpun respons peserta melalui pemindaian kode QR yang disediakan. Metode ini memastikan masukan dari siswa dan guru terdokumentasi secara digital, memungkinkan perbaikan berkelanjutan untuk program di masa mendatang. Umpan balik ini sangat penting untuk mengukur efektivitas program.
Disdikbud Kalsel optimistis bahwa inovasi Museum Masuk Sekolah ini dapat memperkuat literasi sejarah generasi muda Banua Kalsel secara signifikan. Program ini juga mempertegas peran museum sebagai pusat edukasi yang adaptif, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Transformasi peran museum ini sejalan dengan tuntutan pendidikan modern.
Program Museum Masuk Sekolah ditargetkan akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Keberlanjutan ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih luas dalam menanamkan kesadaran sejarah dan budaya di kalangan pelajar. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda Kalsel.
Sumber: AntaraNews