Disdik Kepri Anjurkan Sekolah Perbanyak Tadarus Ramadhan, Tingkatkan Karakter Siswa
Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri) menganjurkan satuan pendidikan SMA/SMK sederajat memperbanyak kegiatan Tadarus Ramadhan 1447 Hijriah, bertujuan meningkatkan keimanan dan membentuk karakter mulia siswa.
Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri) mengeluarkan imbauan penting terkait kegiatan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Imbauan ini secara khusus menyasar satuan pendidikan SMA/SMK sederajat di seluruh kabupaten/kota di Kepri. Tujuannya adalah untuk memperbanyak aktivitas keagamaan yang dapat meningkatkan kualitas spiritual dan karakter peserta didik.
Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan keimanan, ketakwaan, serta pembentukan akhlak mulia. Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan dan kegiatan sosial siswa, khususnya bagi peserta didik Muslim. Ini merupakan bagian dari upaya Disdik Kepri dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
Bagi siswa non-Muslim, Disdik Kepri juga menganjurkan pelaksanaan bimbingan rohani serta kegiatan keagamaan. Aktivitas ini akan disesuaikan dengan agama dan kepercayaan masing-masing siswa. Imbauan menyeluruh ini tertuang dalam Surat Imbauan Disdik Kepri Nomor B/400.3/222/DISDIK/2026.
Fokus Peningkatan Keimanan dan Karakter Siswa
Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri) secara resmi menganjurkan seluruh satuan pendidikan SMA/SMK sederajat untuk mengintensifkan kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Anjuran ini tertuang dalam Surat Imbauan Disdik Kepri Nomor B/400.3/222/DISDIK/2026 yang mengatur skema belajar selama periode puasa.
Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan mulia. Program ini dirancang untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia peserta didik. Selain itu, diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan dan kegiatan sosial siswa.
Kegiatan utama yang dianjurkan meliputi tadarus Al-Quran atau membaca Al-Quran, pesantren kilat, serta berbagai kajian keislaman. Fokus ini ditujukan khusus bagi siswa Muslim di seluruh wilayah Kepri. Ini merupakan upaya pembentukan karakter dan kepribadian yang lebih baik.
Sementara itu, bagi siswa non-Muslim, Disdik Kepri juga tidak luput memberikan perhatian. Mereka dianjurkan untuk mengikuti bimbingan rohani serta kegiatan keagamaan. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan agama dan kepercayaan yang dianut masing-masing siswa.
Penyesuaian Jadwal Belajar Selama Ramadhan
Selain anjuran kegiatan keagamaan, Disdik Kepri juga telah mengatur penyesuaian jadwal belajar siswa selama Ramadhan 2026. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026. Hal ini untuk memastikan proses belajar mengajar tetap efektif dan selaras dengan suasana Ramadhan.
Andi Agung memaparkan bahwa periode 18 hingga 21 Februari 2026 akan menjadi libur awal. Libur ini diberikan dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 Hijriah. Setelah itu, siswa akan kembali masuk sekolah pada tanggal 23-27 Februari 2026.
Pada tanggal 23-27 Februari 2026, siswa akan kembali mengikuti proses pembelajaran. Pada masa ini, sekolah diimbau untuk memperbanyak aktivitas yang bermanfaat dan relevan dengan semangat Ramadhan. Hal ini sejalan dengan tujuan peningkatan karakter dan keimanan siswa.
Selanjutnya, pada tanggal 2 hingga 14 Maret 2026, akan dilaksanakan penilaian sumatif akhir jenjang. Penilaian ini berlaku bagi siswa kelas XII SMA/SMK dan SLB se-Kepri. Ini merupakan tahapan penting dalam evaluasi akademik siswa sebelum kelulusan.
Libur Idul Fitri dan Harapan Disdik Kepri
Disdik Kepri juga telah menetapkan jadwal libur bersama Idul Fitri 1447 Hijriah. Libur ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 16 hingga 28 Maret 2026. Penetapan jadwal ini memberikan kejelasan bagi seluruh satuan pendidikan dan keluarga siswa di Kepulauan Riau.
Selama periode libur tersebut, para siswa diharapkan dapat memanfaatkan momentum dengan sebaik mungkin. Disdik Kepri mengimbau agar siswa menghindari aktivitas yang kurang bermanfaat. Contohnya seperti keluyuran malam atau bahkan balap liar yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, menekankan pentingnya memanfaatkan waktu libur untuk kegiatan positif. Tujuannya agar nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadhan tetap terjaga dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran di satuan pendidikan SMA/SMK sederajat akan kembali dilaksanakan per 30 Maret 2026.
Sumber: AntaraNews