Dikira Pergi Merantau, Pemuda Ende Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Jurang
Tim Inafis Polres Ende berhasil mengidentifikasi kerangka manusia yang ditemukan warga di Jurang Koramera.
Tim Inafis Polres Ende berhasil mengidentifikasi kerangka manusia yang ditemukan warga di Jurang Koramera, Desa Lisepu'u, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, sebagai FK (30).
Kapolsek Wolowaru Ipda Ubaldus Maku menjelaskan, FK merupakan warga Desa Waturaka, kecamatan Kelimutu. Di samping kerangka itu ditemukan jaket hoodie warna hitam, kaos berwarna hitam, celana pendek dan celana dalam.
Ditemukannya juga sarung motif Ende Lio, dompet kulit warna hitam, kartu ATM dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama FK (30), warga Jalan Kebuyahan, Kelurahan Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
"Setelah petugas melakukan olah TKP, memasang garis polisi dan memeriksa beberapa saksi, kerangka tersebut diduga seorang warga yang berasal dari Desa Waturaka Kecamatan Kelimutu," jelas Ubaldus Maku, Minggu (1/6).
Menurutnya, setelah mendapatkan sejumlah informasi pihaknya menghubungi keluarga dekat korban dan datang VW yang merupakan ayah kandung korban.
VW membenarkan bahwa kerangka itu merupakan anaknya yang telah hilang sejak Sabtu (26/4) lalu, saat pergi mengambil uang di mesin ATM di Desa Koanara, hingga ditemukan tinggal kerangka.
"Sejak tidak diketahui keberadaannya usai mengambil uang di ATM, keluarganya mengira korban FK telah kembali merantau ke Kalimantan," ungkap Ipda Ubaldus Maku.
Dia menambahkan, dugaan sementara korban FK tewas akibat kecelakaan tunggal. Sebab, saat pamit dari rumah untuk mengambil uang di ATM dan menghilang, motor milik korban terparkir kurang lebih 70 meter dekat jurang tempat jasad korban ditemukan.
"Saat itu belum diketahui siapa pemiliknya, untuk sepeda motor saat itu diamankan di Polsek Wolowaru sambil menunggu informasi ataulaporan dari warga sekitar," ujar Ipda Ubaldus Maku.
Pihak keluarga ikhlas menerima dan tidak akan mempermasalahkan kejadian tersebut dikemudian hari dan bersedia membuat penyataan dan penolakan autopsi terhadap kerangka korban FK.
"Bagi masyarakat yang mungkin mengetahui informasi lain terkait hal tersebut agar memberikan informasi ke kepolisian terdekat, supaya kasus tersebut terang benderang. Polri akan laksanakan penyelidikan dan penyidikan secara profesional" tutup Ipda Ubaldus Maku.