Warga Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, digegerkan oleh Penemuan Mayat Muara Enim tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Lematang. Peristiwa ini terjadi di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas, pada Rabu pagi, 3 September.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim segera merespons laporan warga dan menerjunkan personelnya untuk mengevakuasi jasad tersebut. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat lokasi penemuan berada di tengah sungai.
Hingga saat ini, penyebab kematian korban masih menjadi misteri dan sedang dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian setempat. Jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penemuan dan Evakuasi
Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang memancing ikan di Sungai Lematang. Sekitar pukul 09.07 WIB, warga tersebut melaporkan adanya mayat yang mengapung kepada pihak berwenang.
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa timnya langsung bergerak cepat. "Laporan adanya mayat mengapung ini kami terima dari warga setempat pagi tadi, sekitar pukul 09.07 WIB," katanya.
Personel BPBD Muara Enim kemudian meluncur ke lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi. Mereka menggunakan perahu karet untuk membawa korban dari tengah sungai ke tepian, memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan aman.
Advertisement
Advertisement
Ciri-ciri Korban dan Kondisi Mayat
Saat ditemukan, mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut dalam kondisi tanpa busana lengkap. Korban hanya mengenakan celana dalam berwarna hijau, tanpa pakaian lain yang melekat di tubuhnya.
Abdurrozieq Putra menjelaskan ciri-ciri awal yang ditemukan. "Saat ditemukan ciri-ciri korban dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian yang hanya menggunakan celana dalam warna hijau saja," ujarnya.
Kondisi mayat saat dievakuasi sudah membusuk dan mengambang, menunjukkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari yang lalu. Kondisi ini mempersulit identifikasi awal terhadap korban.
Advertisement
Advertisement
Penyelidikan Pihak Kepolisian
Setelah berhasil dievakuasi, mayat tanpa identitas tersebut langsung dibawa ke RSUD Muara Enim. Pihak BPBD Muara Enim kemudian menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Muara Enim, AKP RTM Situmorang, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan. Selain itu, beberapa saksi juga telah dimintai keterangan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Penyelidikan ini penting untuk mengetahui apakah kematian korban disebabkan oleh kecelakaan, tindak kriminal, atau faktor lainnya. Kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus Penemuan Mayat Muara Enim ini.
Advertisement
Advertisement
Imbauan untuk Masyarakat
Guna membantu proses identifikasi, pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor. Informasi ini sangat krusial untuk mengidentifikasi korban.
AKP RTM Situmorang menyarankan agar masyarakat yang memiliki anggota keluarga hilang dapat mendatangi kamar mayat RSUD HM Rabain Muara Enim. "Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa datang ke kamar mayat RSUD HM Rabain Muara Enim dengan membawa identitas korban sehingga bisa dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga," jelasnya.
Dengan adanya kerja sama dari masyarakat, diharapkan identitas korban dapat segera terungkap. Hal ini akan memungkinkan keluarga untuk memakamkan jenazah secara layak dan memberikan kejelasan terkait insiden tragis ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews