Di Tengah Situasi Konflik di Kawasan, WNI di Abu Dhabi Diimbau Tetap Tenang dan Waspada Merayakan Idulfitri
Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi potensi risiko akibat jatuhnya serpihan atau debris dari rudal dan drone yang berhasil dicegat.
Umat Islam di Perserikatan Emirat Arab (PEA) pada hari ini, Jumat 1 Syawal 1447 H yang bertepatan dengan 20 Maret 2026, melaksanakan Salat Idulfitri di berbagai masjid di seluruh wilayah UAE. Di Abu Dhabi. Sebagian Warga Negara Indonesia (WNI) menunaikan Salat Idulfitri di Masjid Joko Widodo, yang berada di kawasan diplomatik dan berlokasi tidak jauh dari KBRI Abu Dhabi.
Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA, Judha Nugraha, bersama keluarga dan sejumlah staf KBRI Abu Dhabi turut hadir melaksanakan Salat Idulfitri di masjid tersebut. Salat Idulfitri di Masjid Joko Widodo dihadiri sekitar 1.500 jemaah dari beragam latar belakang suku bangsa dan komunitas yang tinggal di Abu Dhabi dan sekitarnya.
Berbeda dengan pelaksanaan Idulfitri pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan Idulfitri tahun ini di UAE dilakukan hanya di masjid, dan tidak di area terbuka. Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya preventif, seiring situasi kawasan yang masih bergolak dan masih berlanjutnya serangan drone serta misil yang diarahkan ke wilayah UAE.
Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi potensi risiko akibat jatuhnya serpihan atau debris dari rudal dan drone yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara UAE.
Dalam Khutbah Idulfitri yang disampaikan berdasarkan tema resmi Otoritas Islam PEA (Awqaf), yaitu “'dul Fitri: Keluarga dan Tanah Air', ditekankan bahwa Idulfitri merupakan momentum untuk memperkuat ketakwaan, keharmonisan keluarga, persatuan masyarakat, dan kecintaan kepada tanah air. Tahun 2026 ini telah dicanangkan oleh Pemerintah PEA sebagai 'Tahun Keluarga' untuk para warga negara dan residennya.
Khutbah tersebut juga menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama masyarakat, sementara persatuan antara pemimpin, rakyat, dan lembaga negara menjadi kunci dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan kemajuan negeri. Pesan tersebut dinilai relevan dengan situasi kawasan saat ini, ketika stabilitas dan persatuan sosial menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika keamanan regional.
Selain itu, jemaah juga diajak untuk memegang teguh nilai-nilai agama, akhlak, persatuan, dan optimisme, serta mendidik generasi yang kuat dalam iman, ilmu pengetahuan, identitas, dan kepedulian terhadap bangsa.
Usai pelaksanaan Salat Idulfitri, para jemaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah warga Emirat juga tampak membagikan permen dan cokelat kepada anak-anak, bahkan ada pula yang memberikan uang kepada anak-anak sebagai bagian dari tradisi perayaan Idulfitri.
Sejumlah WNI juga tampak memanfaatkan momentum tersebut untuk bersilaturahmi dengan Dubes Judha Nugraha. Sebagian dari mereka juga berkesempatan berfoto bersama Duta Besar di halaman Masjid Joko Widodo usai pelaksanaan salat Idulfitri.
Sejalan dengan Imbauan Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Judha Nugraha menyampaikan bahwa, sejalan dengan imbauan pemerintah setempat dan demi keamanan bersama, KBRI Abu Dhabi tidak menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal pada Idulfitri tahun ini.
Duta Besar Judha mengimbau agar seluruh WNI di UAE tetap tenang dalam merayakan Idulfitri. Menurutnya, Pemerintah UAE terus berupaya menjaga situasi agar tetap terkendali, dan sistem pertahanan udara UAE secara efektif telah berhasil mencegat serangan-serangan yang berpotensi mengancam keselamatan warga dan penduduk di UAE, termasuk sekitar 81 ribu WNI yang berada di negara tersebut.
Lebih lanjut, Duta Besar Judha mengharapkan agar para WNI senantiasa menjaga keharmonisan, mematuhi arahan pemerintah UAE, serta tidak mengambil, menyimpan, maupun menyebarluaskan foto atau video terkait debris atau puing yang jatuh di wilayah UAE.
Beberapa WNI yang diwawancarai setelah salatIdulfitri oleh KBRI Abu Dhabi juga menyampaikan optimisme bahwa situasi akan tetap dapat dikendalikan oleh Pemerintah PEA, meskipun alarm peringatan atas serangan yang ditujukan ke wilayah UAE masih sesekali terdengar.
KBRI Abu Dhabi terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas setempat serta KJRI Dubai guna memastikan pelindungan dan keselamatan WNI di seluruh wilayah Persatuan Emirat Arab. Dalam keadaan darurat, hotline KBRI Abu Dhabi dapat dihubungi di nomor (+971) 566156259, dan hotline KJRI Dubai dapat dihubungi di nomor (+971) 563322611 dan nomor (+971) 564170333.