Datangi Lokasi Kebakaran Tamansari, Gubernur Pramono Ungkap Biang Kerok Api Cepat Merambat
Kebakaran itu diketahui menghanguskan ratusan rumah warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (30/9). Kebakaran itu diketahui menghanguskan ratusan rumah warga.
Pramono menjelaskan cepatnya api merambat dipicu oleh kondisi lingkungan yang padat. Selain itu, di lokasi juga banyak material yang mudah terbakar.
"Yang kebakar kebanyakan plastik, sampah, dan sebagainya, jadi pasti enggak terkejar. Apalagi dengan kepadatan dan adanya angin, api cepat sekali merambat," kata Pramono.
Meski tidak ada korban jiwa, enam warga sempat mengalami sesak napas dan langsung mendapat penanganan. Pemprov DKI juga memastikan dokumen kepemilikan rumah yang terbakar dapat difasilitasi ulang karena sebagian besar warga memiliki sertifikat melalui program Prona 2018.
Terkait relokasi, Pramono juga membuka opsi penempatan korban di rumah susun (rusun) jika ada warga yang mengajukan permintaan. Namun, ia menilai sebagian besar warga kemungkinan memilih tetap tinggal di lokasi karena memiliki dokumen kepemilikan resmi.
"Kalau minta rusun tentunya sebenarnya lebih baik. Tetapi di sini berbeda dengan daerah lain, hampir sebagian besar punya surat-surat, sehingga mereka pasti akan minta bertahan," katanya.
Pemicu Kebakaran
Sebelumnya, kebakaran di Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat terjadi pada Minggu 28 September 2025 pada pukul 10.00 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.50 WIB setelah proses pendinginan sejak sore hari.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kebakaran berdampak pada 321 kepala keluarga atau 1.268 jiwa di dua RW.
Rinciannya, sebanyak 49 jiwa mengungsi di Masjid Al-Muhajirin, 176 jiwa di Kantor Kelurahan Tangki, sementara sisanya masih dalam pendataan di tenda pengungsian Jalan Ibrahim. Adapun peristiwa kebakaran ini diduga dipicu korsleting listrik dengan estimasi kerugian mencapai Rp28,3 miliar.