Dansat Brimob Kombes Ridwan Jadi Plh Kapolrestabes Makassar, Amankan Kota Selama 12 Hari
Kombes Pol Muhammad Ridwan, Dansat Brimob Polda Sulsel, ditunjuk sebagai Plh Kapolrestabes Makassar selama 12 hari untuk memastikan keamanan di tengah isu tawuran dan penculikan anak.
Kombes Pol Muhammad Ridwan, yang menjabat sebagai Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulawesi Selatan, kini mengemban tugas penting. Ia ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kapolrestabes Makassar untuk periode sementara. Penugasan ini berlaku efektif mulai tanggal 12 hingga 23 November 2025 mendatang.
Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan sementara jabatan Kapolrestabes Makassar. Pejabat sebelumnya, Kombes Pol Arya Perdana, sedang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Mekah. Ridwan diharapkan dapat memastikan kelancaran operasional dan menjaga stabilitas keamanan kota.
Surat perintah penugasan tersebut, bernomor Sprin/2142/XI/HUK.6.6/2025, telah ditandatangani oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. Dokumen ini dikeluarkan pada tanggal 6 November 2025. Ini secara resmi memberikan mandat kepada Dansat Brimob dalam menjalankan peran barunya.
Mandat Sementara dalam Pengamanan Kota Makassar
Penunjukan Kombes Pol Muhammad Ridwan sebagai Plh Kapolrestabes Makassar memiliki tujuan strategis. Ia akan bertanggung jawab penuh atas tugas-tugas operasional serta upaya pengamanan dan ketertiban di wilayah Kota Makassar. Penugasan ini, meskipun bersifat sementara, sangat krusial untuk menjaga kondusivitas daerah.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto memberikan penjelasan mengenai detail penugasan ini. "Untuk sementara (bertugas) tanggal 12 sampai 23 November 2025 ditunjuk sebagai Pelaksana tugas harian (Plh) dalam tugas operasional Kapolrestabes Makassar, karena pejabat Kapolrestabes melaksanakan ibadah umrah," kata Didik. Pernyataan ini menegaskan alasan dan durasi penugasan tersebut.
Meskipun memiliki kendali sementara di Kota Makassar, kewenangan Kombes Pol Ridwan tetap memiliki batasan yang jelas. Ia wajib secara berkala melaporkan seluruh hasil tugasnya kepada Kapolda Sulsel. Selain itu, ia juga tetap harus menjalankan tugas pokoknya sebagai Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel dalam mengendalikan dan mengarahkan pasukan. Ini menunjukkan adanya koordinasi yang ketat dalam menjalankan dua peran penting.
Tantangan Keamanan di Kota Makassar yang Mendesak
Kota Makassar saat ini tengah dihadapkan pada berbagai tantangan keamanan yang memerlukan perhatian serius. Salah satu isu utama adalah maraknya tawuran antarkelompok pemuda yang terjadi di dua wilayah, yakni Kecamatan Tallo dan Kecamatan Bontoala. Kejadian ini telah menimbulkan keresahan yang meluas di tengah masyarakat dan berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Dampak dari aksi tawuran tersebut sangat merugikan, dengan banyak korban luka akibat serangan anak panah. Tidak hanya itu, rumah dan kendaraan warga juga menjadi sasaran pembakaran oleh para pelaku tawuran. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus berupaya keras untuk mengungkap akar masalah utama yang memicu konflik berkelanjutan ini.
Selain masalah tawuran, informasi mengenai isu penculikan anak juga menjadi topik hangat pembicaraan publik, terutama di media sosial. Isu ini telah menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan warga Makassar. Aparat kepolisian berkomitmen untuk terus berusaha membongkar praktik tindak pidana ini dan memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Sumber: AntaraNews