Cara Pemuda di Bantul Hilangkan Bau Jenazah Pacarnya yang Dibunuh Gara-Gara Goreng Bakso Sampai Gosong
Korban dibunuh dengan cara dicekik lehernya pada September 2024 silam.
Seorang pria di Bantul berinisial MRR (24) warga Kretek, Kabupaten Bantul DIY ditangkap oleh petugas kepolisian karena membunuh pacarnya yakni Enggal Dika Puspita (23). Tak hanya membunuh, MRR juga menyimpan kerangka tubuh korbannya di dalam kamarnya.
Enggal Dika Puspita dibunuh oleh MRR disebuah rumah kontrakan di daerah Manding, Sabdodadi, Bantul pada 25 September 2024 lalu. Korban dibunuh dengan cara dicekik lehernya.
Usai dibunuh, jenazah korban ini disimpan oleh MRR di salah satu kamar di rumah kontrakan tersebut. Jenazah korban disimpan di kamar itu hingga tanggal 7 Desember 2024. Jenazah korban ini sempat ditutup dengan jas hujan dan selimut oleh tersangka MRR.
Setelahnya kerangka korban dibawa tersangka MRR ke sebuah wisma di kawasan Kaliurang untuk dibersihkan. Kemudian kerangka itu disimpan di dalam kamar rumah MRR di Kretek, Bantul setelah dimasukkan dalam kantung plastik.
Warga Manding, Tofik (36) mengatakan, selama jenazah korban disimpan tetangga, tidak mencium bau menyengat sama sekali. Hal ini dikarenakan kamar yang dipakai untuk menyimpan jenazah korban ini tak memiliki ventilasi ke arah luar rumah.
"Tetangga tidak ada yang mencium bau. Kamar itu tidak ada ventilasi yang keluar rumah. Kamar itu juga ditutup rapat dan ditambahi gembok oleh MRR," ungkap Tofik, Jumat (21/3).
Usai digunakan untuk menyimpan jenazah korban, tersangka MRR tak lagi memperpanjang sewa kontrakan itu. Setelahnya, rumah itu disewa oleh Sugiyono (32).
Penyewa Baru Sempat Cium Bau Aneh di Kontrakan
Sugiyono mengatakan dirinya baru sebulan menyewa rumah itu. Sugiyono membeberkan selama tinggal di rumah itu tak kejadian aneh yang dialaminya.
Sugiyono menceritakan kamar yang dipakai untuk menyimpan jenazah korban ini sempat dipakai tidur oleh pembantunya selama dua pekan. Hanya saja kamar itu sejak pertama ditinggalinya berbau tidak enak.
"Tidak ada yang aneh. Hanya salah satu kamar baunya tidak enak. Tapi kamar itu sempat dipakai pembantu saya selama dua minggu," terang Sugiyono.
Sugiyono mengaku baru tahu jika rumah kontrakan yang ditinggalinya ini pernah menjadi tempat tersangka membunuh dan menyimpan jenazah korban usai didatangi polisi pada Kamis (20/3) petang. Saat itu polisi membawa seorang pria yang disebut sebagai tersangka pembunuhan.
"Polisi datang ke sini kemarin, sebelum buka puasa. Polisi bilang ke saya 4 bulan lalu ada tindak pidana di sini dan minta waktu untuk olah TKP. Selesai olah TKP sekitar jam 8 malam," urai Sugiyono.
"Saya tidak lihat langsung saat olah TKP. Tapi pelaku mengeksekusi korban di kamar paling timur (ujung). Korban dibunuh dengan cara dijebleskan (dibenturkan) kepalanya ke tembok lalu dicekik. Setelahnya jenazah disimpan di kamar sebelah," tutup Sugiyono.