Bupati Ungkap Potensi Perikanan Bantul Melimpah, Produksi Ikan Terus Digenjot
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyoroti melimpahnya Potensi Perikanan Bantul dari sungai hingga laut. Pemkab gencar tingkatkan produksi dan kualitas ikan untuk masyarakat.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, baru-baru ini menyatakan bahwa wilayahnya memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat melimpah. Pernyataan ini disampaikan usai mengunjungi kegiatan Peringatan Hari Ikan Nasional di Pasar Blumbang Dewikerten, Banguntapan, Bantul. Potensi ini meliputi perairan umum seperti Kali Oya di timur dan Kali Progo di barat, serta perairan laut di selatan.
Melimpahnya potensi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), untuk terus mengoptimalkan sektor perikanan. Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan populasi dan produksi ikan demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang berkualitas bagi warga Bantul.
Peningkatan produksi perikanan ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Pemkab Bantul berupaya mengembangkan metode pengolahan ikan yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas sajian ikan yang dikonsumsi masyarakat, sekaligus memperluas pangsa pasar produk olahan ikan lokal.
Optimalisasi Sumber Daya Perikanan Darat dan Laut
"Bantul ini kan daerah yang memiliki perairan umum paling banyak, mulai ujung timur itu Kali Oya, ujung barat itu Kali Progo, kita punya sumber daya perikanan yang besar," kata Bupati Halim. Kekayaan sumber daya ini menjadi dasar bagi Pemkab Bantul untuk terus melakukan berbagai program peningkatan. Upaya ini mencakup penebaran benih ikan atau restocking di perairan umum dan kolam-kolam ikan.
Program restocking ini krusial untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. "Maka kenapa kita selalu melakukan restocking ikan, supaya biota sungai kita ini semakin kaya, ketersediaan ikan sungai itu semakin melimpah, disamping kita punya laut di selatan," jelas Bupati. Langkah ini memastikan bahwa populasi ikan tetap terjaga dan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Bantul.
Selain perikanan darat, potensi perikanan laut di selatan Bantul juga menjadi fokus. Pemkab Bantul sedang merencanakan pengembangan dermaga ikan. Dermaga ini nantinya akan digunakan untuk pendaratan kapal pengangkut ikan berkapasitas besar, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan laut dan mendukung aktivitas nelayan lokal.
Peningkatan Kualitas dan Pengolahan Produk Ikan
Produksi perikanan tidak hanya berhenti pada kuantitas, melainkan juga kualitas. Bupati Halim menekankan pentingnya pengolahan baru untuk produk perikanan. DKP Bantul memiliki bidang yang menangani on farm hingga off farm, meliputi produksi hingga pasca-produksi, guna memperbaiki kualitas sajian ikan yang dikonsumsi masyarakat.
"Untuk kualitas dengan cara pengolahan baru, maka DKP punya bidang on farm sampai off farm, produksi sampai pasca-produksi, sehingga pasca-produksi juga akan memperbaiki kualitas sajian ikan yang dikonsumsi masyarakat," ujarnya. Bidang ini juga mempelajari cara pengolahan ikan yang lebih higienis. Tujuannya adalah mempertahankan kandungan gizi ikan agar tetap optimal saat dikonsumsi.
Peningkatan kualitas ini juga terlihat dari semakin banyaknya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengusahakan olahan ikan di Bantul. Fenomena ini menunjukkan bahwa produk ikan memiliki pangsa pasar yang bagus dan terus berkembang. Inovasi dalam pengolahan diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada produk perikanan lokal.
Target Produksi dan Kebutuhan Konsumsi Ikan
Kepala DKP Bantul, Istriyani, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat dan kelompok pembudidaya ikan untuk aktif dalam produksi dan konsumsi ikan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi untuk memenuhi kebutuhan pangan yang mengandung protein tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Konsumsi ikan secara teratur sangat dianjurkan untuk mendukung gizi masyarakat.
Target produksi ikan di Bantul untuk tahun ini ditetapkan sekitar 14 ribu ton. Angka ini mencakup baik ikan tangkap maupun ikan budidaya. Namun, Istriyani mengakui bahwa "produksi tersebut masih jauh dari kebutuhan yang ada" di wilayah Bantul. Kesenjangan ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Pemkab untuk terus meningkatkan kapasitas produksi.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pembudidaya, dan masyarakat menjadi kunci. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan potensi perikanan Bantul dapat dimaksimalkan. Tujuannya adalah untuk mencapai swasembada ikan dan memastikan ketersediaan sumber protein hewani yang cukup dan berkualitas bagi seluruh warga Bantul.
Sumber: AntaraNews