Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, terus menggenjot sektor perikanan air tawar melalui penerapan model kawasan budidaya. Strategi ini diyakini mampu mendongkrak produksi hingga mencapai target ambisius 11 ribu ton pada tahun 2025 mendatang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan ikan air tawar yang berkualitas bagi masyarakat luas.
Hingga akhir November 2025, produksi hasil budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Malang telah menyentuh angka 10 ribu ton. Pencapaian ini menunjukkan progres signifikan menuju target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menegaskan komitmen mereka dalam program ini.
Victor Sembiring menyatakan bahwa model kawasan budidaya akan terus dimasifkan untuk mencapai target tersebut. Peningkatan produksi ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai daerah. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi ekonomi kerakyatan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Peningkatan Produksi Budidaya Ikan Air Tawar Malang
Untuk mencapai target produksi 11 ribu ton di tahun 2025, Pemkab Malang secara konsisten menerapkan dan memperluas model kawasan budidaya. Victor Sembiring, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, menjelaskan bahwa pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan volume panen. "Sekarang ini sudah mencapai 10 ribu ton untuk budidaya air tawar, targetnya 11 ribu ton di 2025. Kami terus meningkatkan produksi melalui model kawasan dengan masif," ujar Victor.
Model kawasan ini melibatkan konsentrasi budidaya ikan di area tertentu yang memiliki potensi besar. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan berupa hibah sarana dan prasarana kepada masyarakat pembudidaya. Tahun ini, lebih dari 100 paket sarana dan prasarana telah disalurkan untuk mendukung kegiatan Produksi Budidaya Ikan Air Tawar Malang.
Luasan lahan budidaya dalam model kawasan ini bervariasi, mulai dari 5.000 meter persegi hingga 1 hektare. Skala budidaya yang cukup besar ini memungkinkan produksi yang lebih efisien dan terkoordinir. Peningkatan infrastruktur dan fasilitas menjadi kunci utama dalam strategi ini.
Advertisement
Advertisement
Sebaran Kawasan dan Komoditas Unggulan Budidaya Ikan Air Tawar Malang
Model kawasan budidaya ikan lele dan nila tersebar di beberapa kecamatan strategis di Kabupaten Malang. Untuk budidaya ikan lele, kawasan utamanya meliputi Kecamatan Pagelaran, Turen, Kepanjen, dan Gondanglegi. Sementara itu, ikan nila banyak dibudidayakan di area bendungan seperti Karangkates dan Lahor, serta di kolam-kolam di Kecamatan Lawang, Tumpang, Turen, Wajak, dan Wonosari.
Data dari Dinas Perikanan Kabupaten Malang menunjukkan bahwa komoditas ikan air tawar yang paling mendominasi adalah ikan lele. Total produksi lele mencapai 4.770 ton, disusul oleh ikan nila dengan 3.616,50 ton. Selain kedua jenis tersebut, budidaya ikan gurami juga menyumbang 89 ton dan ikan mas sebanyak 14,30 ton.
Victor Sembiring menjelaskan bahwa produksi lele lebih tinggi dibandingkan nila karena karakteristik budidayanya. Ikan lele dikenal lebih mudah dibudidayakan dan memiliki siklus panen yang lebih cepat. Berbeda dengan nila yang membutuhkan waktu empat hingga lima bulan di kolam, atau bahkan sekitar satu tahun jika dibudidayakan di bendungan.
Advertisement
Advertisement
Potensi Pemasaran dan Ekonomi Budidaya Ikan Air Tawar Malang
Produksi ikan air tawar dari Kabupaten Malang memiliki jangkauan pemasaran yang luas, tidak hanya terbatas di wilayah lokal. Ikan-ikan hasil budidaya ini didistribusikan ke berbagai kota besar seperti Malang, Kota Batu, Surabaya, hingga Sidoarjo. Bahkan, pasar Bali juga menjadi tujuan distribusi yang signifikan.
Victor Sembiring menegaskan bahwa potensi pasar yang besar ini menjamin keberlanjutan usaha para pembudidaya. "Kami tidak pernah menemukan ada yang tidak laku atau yang sampai harganya murah," ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan stabilitas harga dan permintaan yang tinggi terhadap produk Budidaya Ikan Air Tawar Malang.
Keberhasilan pemasaran ini menjadi indikator positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan pembudidaya. Dengan dukungan model kawasan dan jaminan pasar, sektor budidaya ikan air tawar di Kabupaten Malang diharapkan terus tumbuh. Ini juga menjadi bukti nyata kontribusi sektor perikanan terhadap ketahanan pangan daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews