Bukan Sekadar Estetika, Gerakan Tanam Pohon Kudus Jadi Benteng Utama Antisipasi Banjir
Pemkab Kudus serius galakkan Gerakan Tanam Pohon Kudus di pegunungan dan dataran rendah. Langkah ini jadi kunci utama antisipasi bencana hidrologi, terutama banjir. Bagaimana strateginya?
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, secara serius menggalakkan Gerakan Tanam Pohon Kudus di berbagai wilayah. Inisiatif ini mencakup kawasan pegunungan hingga dataran rendah, sebagai langkah proaktif menghadapi potensi bencana hidrologi.
Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi risiko banjir yang kerap melanda saat musim hujan tiba, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan pentingnya peran pohon dalam menyerap air.
Menurutnya, akar pohon mampu menyerap air ke dalam tanah, sementara daunnya berfungsi menahan air hujan agar tidak langsung membebani saluran. Hal ini secara signifikan dapat memperlambat aliran air dan mengurangi dampak banjir.
Peran Vital Penghijauan dalam Mitigasi Bencana
Gerakan Tanam Pohon Kudus menjadi fondasi utama dalam upaya Pemkab Kudus meminimalisasi risiko bencana hidrologi. Penanaman pohon tidak hanya berfungsi sebagai penahan air, tetapi juga diharapkan memulihkan keseimbangan ekosistem di lahan-lahan kritis.
Bupati Sam’ani Intakoris menjelaskan, "Penanaman pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, karena akar pohon bisa menyerap air ke dalam tanah, sementara daunnya menahan air hujan." Ia menambahkan bahwa dengan begitu, aliran air dapat diperlambat, sehingga tidak langsung membebani saluran.
Inovasi lain dari Pemkab Kudus adalah mengimbau masyarakat dan instansi untuk mengganti ucapan ulang tahun Kota Kudus yang sebelumnya berbentuk styrofoam menjadi bibit pohon. Bibit-bibit ini nantinya akan didistribusikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak-pihak yang membutuhkan, memperluas jangkauan Gerakan Tanam Pohon Kudus.
Normalisasi Sungai dan Dukungan Pusat untuk Antisipasi Banjir
Selain upaya penghijauan, Pemkab Kudus juga mengambil langkah konkret melalui normalisasi sungai dan saluran air. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bertanggung jawab penuh dalam memastikan kelancaran aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.
Sam’ani Intakoris turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam upaya ini. "Kami juga berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah melakukan normalisasi di beberapa aliran sungai besar, seperti Sungai Wulan, DAS Juwana, hingga Kali Juwono," ujarnya.
Normalisasi ini krusial untuk memastikan aliran air dapat cepat menuju laut, sehingga secara signifikan mengurangi risiko terjadinya banjir di wilayah Kudus. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci keberhasilan program antisipasi banjir ini.
Kesiapan Mitigasi dan Pengelolaan Sampah Terpadu
Pemkab Kudus juga telah menyiapkan mekanisme penanggulangan bencana yang komprehensif melalui berbagai lembaga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Desa Tangguh Bencana (Destana), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah disiagakan di setiap desa.
Fasilitas evakuasi dan titik pengungsian pun sudah dipetakan secara detail untuk memastikan kesiapan saat terjadi keadaan darurat. Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat 112 jika membutuhkan bantuan atau informasi terkait bencana.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah terus mendorong pengelolaan sampah yang efektif guna mencegah penumpukan di sungai. "Sampah yang menyumbat aliran air menjadi salah satu penyebab banjir," kata Sam’ani Intakoris, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Mulai tahun 2026, setiap desa di Kudus akan mendapatkan dukungan anggaran khusus untuk pengelolaan sampah, menunjukkan komitmen Pemkab Kudus. Sektor swasta, seperti PT Djarum, Sukun, hingga Polytron, juga turut berperan aktif membantu pengelolaan sampah, termasuk penyerapan sampah organik untuk diolah kembali. Ini adalah bagian integral dari Gerakan Tanam Pohon Kudus dan upaya mitigasi bencana secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews