BPBD Tangerang Tetapkan Status Waspada Hujan Lebat, Imbau Warga Siaga Penuh
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang tetap memberlakukan status waspada potensi hujan lebat. Masyarakat diimbau selalu siaga demi keselamatan. Apa saja langkah antisipasi yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, menyatakan bahwa wilayahnya masih berstatus waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Peringatan ini dikeluarkan sesuai informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Ia mengimbau warga untuk senantiasa menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Mahdiar juga mengingatkan masyarakat untuk membawa kebutuhan pokok saat bepergian atau jika harus mengungsi. Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat, tersedia layanan Emergency Call Center 112. Selain itu, hotline BPBD Kota Tangerang di 021-5582144 siap dihubungi kapan saja.
Layanan tersebut aktif selama 24 jam dengan petugas yang bersiaga secara bergantian. "Kami mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat sesuai instruksi langsung Wali Kota Sachrudin," ujar Mahdiar. Kesiapsiagaan ini merupakan respons cepat terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.
Kesiapsiagaan Petugas di Lapangan
Meskipun genangan banjir di beberapa wilayah telah surut, petugas gabungan tetap disiagakan di lokasi terdampak. Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk terus memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Tim gabungan terdiri dari BPBD Kota Tangerang, unsur TNI-Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, aparat wilayah, serta relawan.
Mereka secara aktif melakukan monitoring lapangan dan penyedotan genangan air di fasilitas umum. Pengerahan personel dan perahu juga dilakukan untuk membantu mobilisasi warga di area terdampak. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana secara menyeluruh.
Selain itu, posko kesehatan dan dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Petugas juga membantu distribusi logistik serta mendukung pelayanan tenaga medis di lokasi banjir. Upaya kolaboratif ini memastikan bantuan esensial tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran.
Pencegahan Penyakit dan Banjir Susulan oleh DLH
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang turut berperan aktif dalam penanganan pascabanjir. Mereka menerjunkan personel untuk melakukan pembersihan sampah di kawasan Jalan Villa Mutiara Pluit, Kelurahan Periuk. Pembersihan ini krusial untuk mengembalikan kondisi lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Tangerang, Iwan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna mengantisipasi munculnya sarang penyakit. Selain itu, pembersihan juga mencegah penyumbatan drainase yang berpotensi memicu banjir susulan. Pencegahan dini menjadi fokus utama DLH untuk menjaga kesehatan masyarakat dan infrastruktur kota.
Fokus pembersihan tidak hanya menyasar area jalan raya, tetapi juga menyisir saluran-saluran air yang tersumbat material hanyutan. Hal ini dilakukan demi meminimalisir risiko penyebaran penyakit khas pascabanjir. Penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian utama untuk dicegah penyebarannya di masyarakat.
Sumber: AntaraNews