Polres Tangerang Waspadai Potensi Bencana Lebaran 2026, Siagakan Ribuan Personel

Polres Metro Tangerang Kota dan BPBD siagakan ribuan personel untuk mengamankan Lebaran 2026, sekaligus mewaspadai potensi bencana alam seperti banjir dan longsor di tengah curah hujan tinggi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Tangerang Waspadai Potensi Bencana Lebaran 2026, Siagakan Ribuan Personel
Polres Metro Tangerang Kota dan BPBD siagakan ribuan personel untuk mengamankan Lebaran 2026, sekaligus mewaspadai potensi bencana alam seperti banjir dan longsor di tengah curah hujan tinggi. (AntaraNews)

Polres Metro Tangerang Kota mengambil langkah antisipatif menjelang perayaan Lebaran 2026. Sebanyak 1.859 personel gabungan disiagakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Kesiapsiagaan ini juga mencakup kewaspadaan tinggi terhadap potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari menegaskan pentingnya kesiapsiagaan ini. Arahan Kapolri menekankan antisipasi terhadap bencana seperti banjir dan tanah longsor. Hal ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai curah hujan tinggi.

Wilayah Tangerang sendiri memiliki riwayat terdampak banjir, seperti yang terjadi di sembilan kecamatan Kota Tangerang pekan lalu. Kondisi serupa juga dialami di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu, langkah pencegahan dan respons cepat menjadi prioritas utama selama periode Lebaran 2026.

Kesiapsiagaan Pengamanan dan Antisipasi Bencana Lebaran 2026

Polres Metro Tangerang Kota telah menyiapkan strategi komprehensif untuk pengamanan Lebaran 2026. Sebanyak 1.859 personel gabungan akan ditempatkan di berbagai titik strategis. Mereka bertugas mengamankan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama libur panjang.

Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari menjelaskan bahwa personel juga diminta mewaspadai potensi gangguan lain. Ini termasuk potensi bencana alam yang diperkirakan terjadi akibat curah hujan tinggi. Kesiapsiagaan terhadap banjir dan tanah longsor menjadi fokus utama sesuai arahan Kapolri.

Pekan lalu, sembilan kecamatan di Kota Tangerang sempat terdampak banjir. Situasi ini menunjukkan urgensi untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah Kabupaten Tangerang yang masuk dalam hukum Polres Metro Tangerang juga menghadapi risiko serupa. Oleh karena itu, antisipasi potensi bencana Lebaran 2026 sangat krusial.

Pos Pengamanan dan Layanan Publik Selama Lebaran

Untuk mendukung operasi pengamanan, Polres Metro Tangerang Kota mendirikan tujuh pos. Pos-pos ini terdiri dari satu pos pengamanan, lima pos pelayanan, dan satu pos terpadu. Seluruh pos tersebut tersebar di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota untuk menjangkau lebih banyak area.

Pengamanan ini melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai pihak. Unsur TNI, Pemerintah Kota Tangerang, dan potensi masyarakat turut serta dalam upaya ini. Tujuannya adalah memastikan kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama perayaan Lebaran.

Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Polres Metro Tangerang Kota juga menyediakan fasilitas penitipan kendaraan gratis. Layanan ini diperuntukkan bagi warga yang akan mudik dan ingin meninggalkan kendaraannya dengan aman. Penitipan dapat dilakukan di Polres maupun Polsek jajaran, khusus roda dua di Polsek.

Peran BPBD dalam Mitigasi Bencana Lebaran 2026

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang juga memastikan kesiapsiagaan penuh selama libur Lebaran. Mereka menyiagakan personel untuk mengantisipasi berbagai potensi kejadian darurat. Ini mencakup bencana alam maupun non-bencana seperti kebakaran dan pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa sekitar 80 personel disiagakan setiap hari. Personel tersebut ditempatkan di berbagai titik pelayanan untuk respons cepat. Mereka bertugas memantau kondisi wilayah dan merespons laporan masyarakat secara sigap.

Penyebaran personel dilakukan di Markas Komando (Mako) BPBD, empat Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta empat pos damkar. Penempatan strategis ini bertujuan mempercepat respons jika terjadi kejadian darurat di lapangan. Kesiapsiagaan ini penting untuk menghadapi potensi bencana Lebaran 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi