BPBD Kudus Catat 18 Titik Tanah Longsor di Empat Desa Akibat Hujan Deras
Hujan deras picu 18 titik tanah longsor di empat desa di Kecamatan Dawe, Kudus. BPBD Kudus mencatat dampak longsor ini mengganggu akses dan merusak rumah warga, termasuk ambrolnya jembatan menuju objek wisata.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat adanya kejadian tanah longsor di empat desa di Kecamatan Dawe. Peristiwa ini terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Total 18 titik tanah longsor tersebar di desa-desa tersebut, menimbulkan kerusakan dan gangguan akses.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa longsoran terjadi pada Jumat (10/1) malam. Empat desa yang terdampak parah adalah Japan, Kuwukan, Ternadi, dan Colo. Peristiwa ini memicu berbagai kerusakan, mulai dari akses jalan yang terputus hingga rumah warga yang mengalami kerusakan.
Tim gabungan telah bergerak cepat menangani dampak longsor, termasuk evakuasi korban dan kendaraan. Meskipun menimbulkan kerugian material, secara umum peristiwa tanah longsor ini tidak menyebabkan kerusakan berat pada rumah penduduk dan tidak ada laporan korban jiwa.
Dampak Tanah Longsor di Desa Japan dan Kuwukan
Di Desa Japan, tercatat enam lokasi longsor yang signifikan. Salah satu longsoran bahkan memutus akses jalan vital menuju Rejenu, serta jalur penghubung ke Desa Plukaran, Dukuh Beji, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Selain itu, tebing setinggi sekitar 10 meter longsor menimpa rumah milik Andi dan Warsudi, mengakibatkan kerusakan pada dinding kamar mandi. Fenomena rekahan tanah sepanjang sekitar 10 meter juga muncul di depan rumah warga, menambah kekhawatiran akan pergerakan tanah lebih lanjut.
Sementara itu, Desa Kuwukan juga mengalami dampak serius dengan enam lokasi longsor. Material longsoran ini menutup akses jalan warga, menyebabkan terhambatnya mobilitas sehari-hari. Dua unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, dengan salah satu kamar mandi jebol akibat longsor. Jalan kabupaten di wilayah ini bahkan dilaporkan tertutup total oleh material longsor, memerlukan penanganan segera untuk memulihkan akses.
Kerusakan Infrastruktur dan Upaya Evakuasi di Ternadi dan Colo
Desa Ternadi mencatat tiga lokasi longsor di wilayah RT 2/RW 4. Longsoran ini berdampak pada dua rumah warga, menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang. Selain itu, bahu jalan kabupaten juga mengalami kerusakan, mengancam stabilitas jalan dan keselamatan pengguna. Penanganan di area ini difokuskan pada pembersihan material dan perbaikan sementara.
Dampak paling parah terjadi di Desa Colo, dengan tiga lokasi longsor yang menyebabkan ambrolnya jalan dan jembatan menuju portal kawasan wisata ziarah Sunan Muria. Kerusakan ini membentang sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman mencapai 20 meter, secara efektif memutus akses ke area wisata tersebut. Peristiwa di Desa Colo juga mengakibatkan dua mobil terperosok ke sungai. Tim gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban dalam kondisi selamat pada pukul 19.30 WIB, diikuti dengan proses evakuasi kendaraan yang selesai pada pukul 01.14 WIB, menunjukkan respons cepat dari petugas di lapangan.
Penanganan dan Koordinasi Lintas Desa
Camat Dawe, Dian Noor Tamzis Hanafi, mengonfirmasi bahwa selain empat desa tersebut, laporan kejadian longsor juga diterima dari Desa Kajar dan Puyoh. Ini menunjukkan skala kejadian yang cukup luas di wilayah Kecamatan Dawe. Meskipun demikian, secara umum, peristiwa tanah longsor ini tidak sampai mengakibatkan kerusakan berat pada rumah penduduk, meminimalkan kerugian yang lebih besar.
Banyak longsoran yang menimbun jalan desa, sehingga saat ini warga bersama pemerintah desa bergotong royong menangani material longsoran. Kegiatan gotong royong serupa juga akan dijadwalkan di desa-desa lain yang terdampak. Berbagai pihak, termasuk BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat, akan dilibatkan dalam upaya penanganan dan pemulihan pasca-longsor ini untuk memastikan akses dan keamanan warga kembali normal.
Sumber: AntaraNews