BKKBN Luncurkan Akademi Keluarga Indonesia 2025 Siapkan Generasi Emas
Kegiatan perdana digelar secara hybrid di Auditorium Kemendukbangga/BKKBN Jakarta serta daring melalui Zoom dan YouTube.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) meluncurkan Akademi Keluarga Indonesia 2025 guna membekali remaja menghadapi tantangan era digital dan menyiapkan Generasi Emas 2045. Kegiatan perdana digelar secara hybrid di Auditorium Kemendukbangga/BKKBN Jakarta serta daring melalui Zoom dan YouTube.
"Kalau kita mau memperbaiki Indonesia, perbaiki keluarga. Kekuatan character building adalah fondasi yang harus diperbaiki," ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd. Ia menegaskan akan menghadirkan tiga kelas, yakni untuk siswa SMP, SMA, dan mahasiswa sebagai calon pengantin baru.
Menteri Wihaji menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah derasnya arus digital. Menurutnya, anak-anak Indonesia rata-rata menggunakan gawai hingga 7,8 jam per hari.
"Algoritma di handphone bisa lebih cepat diterima otak daripada nasihat guru maupun orang tua. Karena itu, Akademi Keluarga Indonesia hadir untuk membekali remaja menghadapi dunia digital dengan baik," tegasnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, yang turut hadir, mengingatkan pentingnya fondasi spiritual dan penghormatan kepada orang tua serta guru.
"Ibadah jangan lupa karena agama menjadi fondasi yang sangat penting. Belajar maksimal, gunakan waktu sebaik-baiknya," pesannya kepada 167 remaja peserta dari 34 provinsi.
Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak IPB, Yulina Eva Riany, SP., M.Ed., Ph.D, menyoroti tingginya aktivitas remaja di dunia digital yang membuat mereka rentan terhadap cyberbullying, hoaks, kecanduan gawai, hingga krisis identitas.
Ia mendorong remaja untuk mengatur screen time, memilih konten positif, membangun identitas sehat, serta memperkuat literasi digital.
Dekan Fakultas Kedokteran UPN 'Veteran' Jakarta, Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes, M.Pd.I, MH, CIPA, menambahkan pentingnya menjaga kesehatan mental remaja.
"Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan emosi, memilih teman sehat, bijak di media sosial, belajar cerdas dan istirahat cukup, serta merencanakan masa depan," ujarnya.
Direktur Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, I Made Yudhistira Dwipayama, S.Psi, M.Psi, juga mengajak remaja peduli pada isu kependudukan, mulai dari kesehatan mental hingga kesehatan reproduksi.
"Kalau kita sudah peduli dengan diri sendiri, maka kita bisa peduli dengan lingkungan," katanya.
Selain materi kelas, peserta Akademi Keluarga Indonesia 2025 juga dibekali pelatihan bela negara oleh Batalyon Komando 467 Brigade Parako 1 Korpasgat.
Mereka mendapatkan latihan kedisiplinan, baris-berbaris, serta tabungan pendidikan dari mitra Kemendukbangga/BKKBN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.