Besok Ada HUT Bhayangkara, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Monas
Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan di delapan kawasan ruas jalan sejak tengah malam.
Polri akan menggelar puncak Hari Bhayangkara 2025 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Selasa, 1 Juli 2025. Untuk memastikan kelancaran acara, polisi telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di delapan kawasan ruas jalan sejak tengah malam.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komaruddin, meminta masyarakat untuk menghindari ruas-ruas jalan menuju Monas pada hari Selasa karena kemungkinan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas.
"Kiranya pada hari Selasa, 1 Juli 2025 mulai pagi hingga sore berkenan menghindari ruas-ruas jalan menuju Monas, Jakarta Pusat, karena dimungkinkan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas," tutur Komaruddin kepada wartawan, Senin (30/6).
Komaruddin menyampaikan permohonan maaf bila rekayasa lalu lintas mengganggu aktivitas masyarakat.
"Mohon maaf sekiranya nanti dilakukan rekayasa arus lalu lintas atau pengalihan secara situasional," ujarnya.
Adapun penerapan pengalihan arus lalu lintas kemungkinan dilakukan sejak tengah malam lantaran banyak masyarakat luar Jakarta yang akan ikut memeriahkan HUT ke-79 Bhayangkara di Monas.
“Situasional, kemungkinan tengah malam nanti karena informasi yang kami dapat nanti malam ada masyarakat dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang akan datang ke Monas,” Komaruddin menandaskan.
Komaruddin merinci, kawasan yang akan mengalami pengalihan arus lalu lintas adalah sebagai berikut:
Jl. Sudirman-Thamrin
Jl.Tomang-Harmoni
Jl. Juanda-Veteran
Lapangan Banteng
Tugu Tani
Gunung Sahari
Jl. Benyamin Sueb
Ruas Jl. Medan Merdeka yang mengelilingi Monas
Ajak Anak Buah Introspeksi Diri
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho mengajak seluruh jajaran lalu lintas untuk intropeksi diri di momen HUT Bhayangkara KE-79 ini.
Agus mengatakan, pentingnya mengevaluasi diri karena untuk mengetahui apakah yang telah dilakukan selama ini sudah benar-benar mencerminkan semangat polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat atau tidak.
Dia juga mengingatkan, tugas tersebut harus dijalankan selaras dengan konsep Polisi Presisi sebagaimana digariskan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Hari Bhayangkara bukan hanya momentum seremonial, tapi momen refleksi dan koreksi diri. Sudahkah kita benar-benar menjadi polisi yang hadir untuk rakyat, bekerja dengan hati, dan responsif terhadap kebutuhan serta harapan masyarakat", kata Agus.
Dalam konteks perkembangan zaman, khususnya di era digital, Agus juga mendorong seluruh anggota Polantas untuk mampu mengelola komunikasi dua arah secara aktif dan terbuka, terutama melalui media sosial.
Menurutnya, media sosial bukan hanya sarana penyampaian informasi kebijakan, tetapi juga ruang penting untuk mendengar aspirasi, kritik membangun, dan masukan dari masyarakat.
“Media sosial bukan sekadar alat sosialisasi, tapi menjadi jembatan transparansi dan partisipasi publik. Setiap kritik dan saran harus dijadikan pedoman untuk memperbaiki diri dan bertindak secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Ajakan introspeksi ini menjadi penegas bahwa Korlantas Polri berkomitmen terus berbenah dan adaptif menghadapi tantangan zaman, agar kepercayaan publik terhadap Polri khususnya Polantas semakin kuat.
"Momentum Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian adalah amanah rakyat yang harus dijalankan dengan integritas, humanis, dan profesional," pungkasnya.