Polisi Lomba Jadi Intel Meriahkan HUT Polri, Unik Jadi Pemulung-Tukang Bakso Sampai Mirip Banget
Sejumlah personel Polri berjalan di atas karpet merah, saling berlomba dalam kostum ‘intel’ yang beragam dan unik.
Selasa (1/7) lalu, institusi Kepolisian RI memperingati hari ulang tahun yang ke-79. Institusi yang kerap dijuluki Korps Bhayangkara ini menggelar upacara di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Dalam kesempatan ini, turut hadir Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, serta jajaran petinggi lainnya. Menariknya, ada sebuah momen unik yang turut memeriahkan acara.
Sejumlah personel Polri berjalan di atas karpet merah, saling berlomba dalam kostum ‘intel’ yang beragam dan unik seperti pemulung hingga tukang bakso. Seperti apa kemeriahannya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube MerdekaDotCom, Rabu (2/7)
Lomba Fashion Show di Perayaan HUT Polri
Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara memeriksa pasukan dalam rangkaian upacara HUT ke-79 Bhayangkara di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa lalu. Di lokasi, Prabowo tampak didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan komando upacara Inspektur Jenderal Dadang Hartarto.
Dalam kesempatan ini, para hadirin serta segenap peserta upacara disuguhkan oleh berbagai macam atraksi mengagumkan dari kalangan personel Polri. Mulai dari bela diri, melumpuhkan ancaman, hingga memperkenalkan robot humanoid tampak digelar di tengah-tengah acara yang berlangsung.
Selain aksi yang penuh adrenalin dan menegangkan, tampak pula sebuah momen yang cukup berbeda. Sejumlah petugas yang diduga merupakan personel Polres Garut, Jawa Barat diketahui berlomba dalam ajang fashion show.
Bukan memamerkan kemewahan busana, fashion show kali ini justru menampilkan keunikan para personel saat bertugas menjadi intel. Di antaranya yakni ada yang berpenampilan bak pemulung lengkap dengan kaos oblong hingga karung.
Selain itu, tampak pula penampilan salah satu personel yang berpakaian bak penjual bakso. Dia tak segan menggunakan kaos, celana pendek, hingga memanggul gerobak kecil. Para personel ini tampak sesekali melambaikan tangan hingga menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan saat berjalan di atas karpet merah.
"Para pesertanya juga bukan dari satuan intelijen melainkan adalah polisi yang selama ini bertugas di staf atau kantor, seperti administrasi, logistik, keuangan," dikutip dari TikTok Polres Garut.
Ramai Diberi Komentar
Sontak, aksi unik dan cukup berbeda di Perayaan HUT Polri ke-79 ini langsung menjadi sorotan di kalangan warganet. Tak sedikit di antaranya yang ikut merasa takjub hingga tertawa lepas.
“Kita jadi tahu, mereka bisa nyamar jadi apa saja ya wkwkw,” tulis akun @kelinciyyy
“Wkwkw kayak teater ya ini jadinya,” tulis akun @masbremchanel9442
“Meski udah jadi rahasia umum, tetep curiga sama tukang cilok yang rambutnya klimis dan enggak kayak orang susah,” tulis akun @rie_pzz
“Wkwkw cuma ada di parade polisi ini ya,” tulis akun @apaadanya-m7n
“Dirgahayu Bhayangkara. Semakin profesional dan modern,” tulis akun @jossgandoss660
Polri Peringati HUT Bhayangkara ke-79
Seperti diketahui, upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara digelar secara langsung di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (1/7) lalu. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga.
Acara ini turut menampilkan berbagai atraksi pasukan dan demonstrasi kemampuan taktis kepolisian, yang mencerminkan kesiapsiagaan dan profesionalisme aparat dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Hari Bhayangkara sendiri sejatinya diperingati sebagai momen kelahiran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penetapan tanggal ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1946, yang menjadi dasar hukum peringatannya.
Mengenai tanggalnya, 1 Juli 1946 tak lain merupakan sejarah awal bagi kepolisian nasional. Pasca merdeka, pemerintah diketahui meresmikan pembentukan Djawatan Kepolisian Negara melalui Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan tonggak peringatan Hari Bhayangkara.