Bertemu Pimpinan Parlemen Italia, Puan Dorong Kerja Sama Strategis di Berbagai Sektor
Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Chamber of Deputies, Republik Italia, Lorenzo Fontana, di Roma, Kamis (6/2).
Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Chamber of Deputies, Republik Italia, Lorenzo Fontana, di Roma, Kamis (6/2).
Dalam pertemuan itu, Puan menyoroti kerja sama pertahanan serta memperkuat hubungan ekonomi dan pendidikan antara Indonesia dan Italia.
Kunjungan Puan ke Italia juga dalam rangka menghadiri undangan Paus Fransiskus pada World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan. “Pertemuan ini berjalan produktif untuk memperkuat komitmen para tokoh dunia dalam memperjuangkan hak anak,” kata Puan.
Dalam pertemuan dengan Lorenzo Fontana, Puan menegaskan bahwa hubungan RI-Italia yang telah terjalin erat perlu diperkuat dengan kerja sama konkret di bidang ekonomi yang saling menguntungkan. Apalagi, kata Puan, Indonesia dan Italia memiliki kesamaan sebagai negara demokrasi yang menghargai hak asasi manusia dan melaksanakan rule of law. “Hubungan baik ini menjadi landasan kuat untuk pengembangan kerja sama ekonomi demi kesejahteraan rakyat kedua negara,” ujarnya.
Puan juga menyoroti posisi strategis Indonesia dalam ekonomi global setelah bergabung dengan blok ekonomi Brazil, Russia, India, China, dan South Africa (BRICS), serta mendorong peningkatan kerja sama di bidang industri, pendidikan, dan agriculture. “Kerja sama ekonomi Indonesia dan Italia sudah cukup besar dan perlu ditingkatkan, termasuk dengan pertukaran mahasiswa, dosen, serta penelitian bersama,” tuturnya.
Ia pun menilai Indonesia dan Italia perlu memperkuat kontak antar masyarakat melalui pariwisata, program pertukaran pemuda, pertukaran pemimpin agama, beasiswa dan mengintensifkan dialog antaragama.Selain itu, Puan menekankan pentingnya diplomasi parlemen untuk melengkapi diplomasi pemerintah. DPR RI telah membentuk Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) dengan Italia sebagai bagian dari 102 GKSB yang dibentuk DPR RI periode 2024-2029.
“Diplomasi parlemen diharapkan dapat menjembatani perbedaan antar negara, di saat dunia sedang menghadapi berbagai krisis, seperti meningkatnya ketegangan geopolitik, perang, konflik, persaingan kekuatan besar, iklim,” terang Puan.
Dalam bidang pertahanan, Puan mengapresiasi kerja sama Indonesia-Italia, khususnya dengan pembelian dua kapal perang buatan perusahaan Italia, Fincantieri.
“Saya senang atas keberhasilan upacara pemberian nama KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321 pada 29 Januari 2025 lalu,” katanya.\
Puan menilai perdagangan Indonesia-Italia saling melengkapi dan berpotensi meningkat. Ia mendorong lebih banyak interaksi sektor swasta kedua negara. “Kita perlu mencari cara konstruktif dan kolaboratif untuk meningkatkan perdagangan tanpa hambatan baru,” ujarnya.
“Saya mengundang lebih banyak investasi Italia di Indonesia, terutama di sektor energi terbarukan,” tambah Puan.
Di akhir pertemuan, Puan mengundang Lorenzo Fontana untuk berkunjung ke Indonesia. Lorenzo menyambut baik undangan tersebut dan mengapresiasi kehadiran Puan di parlemen Italia.
“Kami senang atas kehadiran Ibu Ketua DPR RI karena ini akan mempererat hubungan kedua negara di tengah kesulitan dunia,” ujar Lorenzo.