Bertanya ini Depan Menhan Sjafrie, Buat Mahasiswa Dijanjikan Masuk TNI: Wakil Panglima Urus Kau!
Seorang mahasiswa yang awalnya berniat melontarkan pertanyaan kritis justru pulang dengan kejutan besar sebuah 'tiket emas' untuk bergabung jadi perwira TNI.
Sebuah momen tak terduga terjadi saat Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberi kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar. Seorang mahasiswa yang awalnya berniat melontarkan pertanyaan kritis justru pulang dengan kejutan besar sebuah 'tiket emas' untuk bergabung sebagai perwira TNI.
Peristiwa ini bermula ketika Afdol Asyamardi, mahasiswa baru Fakultas MIPA Unhas, memberanikan diri bertanya langsung kepada Menhan. Dengan lantang, ia menyoroti rencana pembentukan 750 batalyon baru dan modernisasi alutsista.
"Bagaimana Bapak memastikan bahwa semuanya benar-benar sesuai kebutuhan strategis dan tidak dikorupsi oleh pihak-pihak tertentu?" tanya Afdol kritis di hadapan podium.
Jawaban Menhan Bikin Satu Ruangan Riuh
Alih-alih menjawab dengan paparan teknis yang kaku, Menhan Sjafrie justru membalikkan situasi dengan pendekatan personal. Ia bertanya balik mengenai cita-cita mahasiswa tersebut. Afdol mengaku awalnya bercita-cita menjadi perwira TNI, namun terkendala kondisi fisik (mata minus).
Mendengar hal itu, Sjafrie langsung memberikan solusi tak terduga. Ia menegaskan bahwa jika semangat pengabdian itu nyata, hal teknis bisa dicarikan jalan keluarnya melalui jalur khusus.
"Kalau memang rencananya seperti begitu, saya minta Wakil Panglima urus dia!" tegas Sjafrie, dikutip dari YouTube merdeka.com.
Sontak, pernyataan tegas tersebut disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin di ruangan.
Syaratnya Cuma Dua: Psikologi Bagus & Tidak Merokok
Menhan menjelaskan bahwa jalur untuk menjadi perwira TNI terbuka lebar, termasuk melalui jalur Perwira Prajurit Karier (PaPK) setelah lulus kuliah nanti. Namun, Sjafrie memberikan syarat mutlak bagi Afdol jika ingin dibantu masuk.
"Asal kau psikologinya bagus dan jangan jadi perokok berat," tegas Sjafrie.
Afdol dengan sigap menjawab tantangan tersebut. "Insyaallah saya waras, Pak. Saya tidak merokok dari dulu, bapak saya juga tidak pernah merokok," jawabnya tegas.
Tagih Janji Sang Jenderal
Mendapat angin segar dari orang nomor satu di Kementerian Pertahanan, Afdol tak menyia-nyiakan kesempatan. Di akhir sesi, ia bahkan berani "mengunci" komitmen sang jenderal di depan Rektor.
"Oke Pak Rektor, saya kira saya sudah jawab. Kalau mau jawab (pertanyaan korupsi tadi), kau jadi tentara," tutup Sjafrie.
Mahasiswa itu pun langsung membalas dengan sigap, "Siap! Sebagai tentara, saya tagih janjinya nanti, Pak!"
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie