Bendera dan Mural One Piece Tidak Dilarang di Solo, Warga Diminta Pasang Gambar Gatot Kaca hingga Ramayana
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan tidak perlu ada pelarangan selama bendera Merah Putih tetap menjadi utama.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan, pemerintah Surakarta tidak melarang pemasangan bendera dan mural bertema anime One Piece menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut Respati, tidak perlu ada pelarangan selama bendera Merah Putih tetap menjadi utama.
"Nggak (melarang), keren, bagus. Yang penting Indonesia harus yang utama. Bendera lambang negara yang dilindungi undang-undang," ujar Respati.
Respati mengatakan tidak ada aturan baku terkait simbol-simbol atau ornamen kreatif digunakan warga dalam menyambut Hari Kemerdekaan. Menurut dia, ekspresi budaya populer seperti One Piece, Gatot Kaca, maupun Ramayana sah-sah saja dilakukan.
"Jadi mau masang One Piece, Gatot Kaca, Ramayana, kan enggak ada SOP tertulis kan, itu kreasi aja. Yang penting kita wajib memasang bendera Merah Putih," tegas Respati.
Warga Bikin Mural One Piece
Sementara itu, sebuah mural One Piece muncul di RT 3 RW 8 Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres. Namun mural tersebut dihapus atas arahan lurah dan personel TNI dan Polri.
Camat Jebres Samsu Tri Wahyudi mengatakan, penghapusan mural One Piece dilakukan dengan alasan menjaga kondusifitas.
“Ya ada di aspal ternyata. Jalan kampung RT 3 RW 8. Dari Pak Lurah kerjasama Babinsa dan Babinkamtibmas. Ini untuk kondusifitas dari pada ada yang memviralkan di medsos,” ujar Samsu.
Gambar serupa juga muncul di tempat lain tepatnya di sebelah utara Lapangan Kampung Losari, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon. Mural tersebut dibuat salah satu warga, Agus Merit. Seniman tato itu mengaku membuat mural One Piece atas permintaan warga.
“Memang kerjaan saya nggambar tato,” kata Agus.
Agus mengaku tidak memiliki maksud tertentu saat membuat mural tersebut. Dia hanya tahu logo ini sering muncul dalam anime One Piece terutama di bendera kapal Going Merry.
“Nggak ada maksud tertentu. Saya disuruh membuat itu ya saya gambar. Nggak ada maksud tertentu. Logo itu setahu saya punyanya one piece Kapal Going Merry. Nggak ada nggak ngerti,” tandas Agus.