Becak Listrik Mulai Dibahas di Rapat Terbatas
Beberapa Menteri menggelar rapat terbatas bersama Presiden Prabowo salah satunya bahas soal becak listrik.
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pimpinan badan untuk menggelar rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (20/11). Rapat tersebut salah satunya membahas soal becak listrik.
"(Rapat) Soal becak listrik ini, becak listrik," kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia Nanik S. Deyang kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/11).
Selain itu, kata dia, rapat terbatas akan membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik melaporkan bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga kini mencapai 14.320.
"Ya ada (membahas) MBG, lah. SPPG sudah 14.320 per sore hari ini," jelasnya.
Dari Bos Danantara hingga Mentan Amran Hadir
Sejumlah pejabat juga tampak hadir di Istana Kepresidenan. Mulai dari, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, hingga Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rencana penggunaan sepeda motor listrik untuk seluruh becak di Indonesia.
"Saya sudah siapkan nanti semua becak di seluruh Indonesia harus becak pakai motor listrik," kata Prabowo dalam pidato pada acara peluncuran penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard untuk sekolah-sekolah di Indonesia di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).
Presiden Prabowo juga mengatakan tidak boleh ada lagi pengemudi becak yang berusia di atas 70 tahun. Kepala Negara meminta jajaran menteri terkait untuk membuat rancangan program agar rencana tersebut dapat terealisasi.
"Enggak boleh lagi ada pengemudi becak usianya di atas 70 tahun. Nanti tolong para menteri pikirkan rencana bagaimana ya," kata Presiden.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyampaikan Indonesia saat ini sedang menyiapkan produksi kendaraan buatan dalam negeri, baik mobil maupun sepeda motor.
Presiden menegaskan bahwa keseluruhan langkah ini menjadi bagian dari visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
"Pokoknya Indonesia akan bangkit bersama-sama, kita menuju Indonesia yang hebat, Indonesia Emas," kata Presiden Prabowo.