Bantul Prioritaskan Perbaikan Sekolah Rusak Akibat Gempa, Gunakan Dana APBD
Pemerintah Kabupaten Bantul bergerak cepat melakukan perbaikan sekolah rusak gempa Bantul pasca guncangan M6.2 di Pacitan, memanfaatkan alokasi dana APBD untuk pemulihan fasilitas pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengambil langkah sigap untuk memperbaiki sejumlah bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Kerusakan ini terjadi akibat gempa bumi Pacitan berkekuatan magnitudo 6.2 pada 6 Februari 2026 lalu. Inisiatif perbaikan sekolah rusak gempa Bantul ini didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bantul.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengungkapkan bahwa ada tiga sekolah yang terdampak. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SD dan SMP di wilayah Kecamatan Jetis, serta satu SMP di Kecamatan Sewon. Seluruhnya mengalami kerusakan signifikan akibat guncangan gempa.
Penanganan kerusakan ini dilakukan dengan mekanisme berbeda sesuai tingkat keparahan dan ketersediaan anggaran. Dua sekolah di Jetis telah ditangani langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sementara SMP di Sewon akan diperbaiki melalui Belanja Tak Terduga (BTT) setelah arahan dari Bupati Bantul.
Penanganan Cepat Sekolah Terdampak di Jetis
Nugroho Eko Setyanto menjelaskan bahwa dua sekolah di wilayah Jetis telah mendapatkan penanganan langsung dari BPBD Bantul. Penanganan ini dapat dilakukan segera karena kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah, hanya melibatkan bagian atap atau plafon yang runtuh akibat getaran gempa bumi yang kuat.
BPBD Bantul memiliki alokasi anggaran khusus yang memungkinkan perbaikan cepat untuk kasus-kasus darurat seperti ini. Proses perbaikan di kedua sekolah tersebut bahkan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, hanya dua hari. Hal ini menunjukkan kesigapan pemerintah daerah dalam merespons bencana alam untuk perbaikan sekolah rusak gempa Bantul.
Kecepatan penanganan di Jetis memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama. Fokus pada perbaikan struktural minor seperti plafon memungkinkan pemulihan cepat. Ini adalah bagian dari upaya Pemkab Bantul untuk memastikan fasilitas pendidikan tetap aman dan fungsional bagi siswa.
Proses Perbaikan SMP Sewon Melalui Belanja Tak Terduga
Berbeda dengan sekolah di Jetis, perbaikan SMP di Sewon saat ini masih dalam proses pengusulan melalui BTT. Keputusan ini diambil setelah Bupati Bantul memberikan arahan agar perbaikan tersebut didanai dari salah satu pos anggaran APBD tersebut. Proses ini memerlukan pembahasan lebih lanjut di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Meskipun kerusakan di SMP Sewon tidak terlalu berat, namun ada beberapa bagian yang memerlukan perhatian. Kerusakan meliputi retakan pada dinding, kerusakan atap, dan lantai yang tidak rata. Detail kerusakan ini perlu diverifikasi untuk memastikan alokasi dana BTT sesuai dengan kebutuhan perbaikan sekolah rusak gempa Bantul.
Kerusakan yang teridentifikasi di SMP Sewon mencakup tembok pembatas kamar mandi yang ambruk. Selain itu, terdapat retakan pada dinding kelas 7E serta lantai teras kelas 7F yang keramiknya tidak rata. Lantai keramik kelas 8H juga ditemukan bergelombang, menunjukkan dampak gempa yang cukup luas di area tersebut.
Memastikan Keamanan dan Kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar
Meskipun ada kerusakan, kondisi SMP Sewon masih memungkinkan untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Nugroho Eko Setyanto menegaskan bahwa kerusakan tersebut tidak mengganggu aktivitas sekolah secara signifikan. Namun, perbaikan tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan keamanan jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Bantul berharap proses pembahasan di TAPD dapat berjalan cepat. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa penanganan kerusakan akibat gempa bumi cenderung mendapatkan prioritas tinggi dan diselesaikan lebih cepat. Ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam menjaga kualitas infrastruktur pendidikan.
Langkah cepat dalam perbaikan sekolah rusak gempa Bantul ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Bantul untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Dengan alokasi dana APBD, diharapkan semua sekolah yang terdampak gempa dapat segera pulih. Ini akan mendukung kelancaran proses pendidikan di wilayah Bantul.
Sumber: AntaraNews