Banjir Jakarta Rendam Puluhan RT dan Ruas Jalan, Warga Diimbau Waspada
Curah hujan tinggi menyebabkan Banjir Jakarta melanda 39 RT dan 28 ruas jalan, memaksa puluhan jiwa mengungsi. Simak informasi terkini dan imbauan kewaspadaan dari BPBD DKI.
Curah hujan tinggi yang mengguyur Ibu Kota pada Minggu siang menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul 11.00 WIB, setidaknya 39 Rukun Tetangga (RT) dan 28 ruas jalan terdampak genangan air. Kondisi ini memicu kewaspadaan di kalangan masyarakat Jakarta.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan bahwa genangan air bervariasi di berbagai lokasi. Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah RT terendam terbanyak, disusul Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Ketinggian air mencapai 15 hingga 110 sentimeter di beberapa titik.
Dampak banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan puluhan jiwa harus mengungsi. BPBD DKI Jakarta terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati serta memanfaatkan layanan darurat yang tersedia.
Sebaran Banjir di Berbagai Wilayah Jakarta
Data terkini dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa banjir melanda sejumlah kawasan di Ibu Kota. Di Jakarta Barat, 19 RT terendam dengan ketinggian air antara 15-60 sentimeter. Jakarta Pusat mencatat 13 RT terdampak dengan genangan setinggi 30-110 sentimeter.
Sementara itu, di Jakarta Timur, tiga RT terendam air setinggi 30-110 sentimeter, dan empat RT di Jakarta Utara mengalami genangan 25-30 sentimeter. Selain permukiman, 28 ruas jalan juga tidak luput dari dampak banjir ini.
Lima ruas jalan di Jakarta Pusat terendam 10-30 sentimeter, 18 jalan di Jakarta Utara 15-100 sentimeter, dan lima jalan di Jakarta Barat 10-50 sentimeter. Beberapa lokasi dengan ketinggian air signifikan termasuk Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Tegal Alur di Jakarta Barat.
Di Jakarta Timur, dua RT di Kelurahan Rawa Terate terendam 40-110 sentimeter. Sementara itu, di Jakarta Utara, dua RT di Kelurahan Pademangan Barat 30 sentimeter dan satu RT di Kelurahan Kapuk Muara 30 sentimeter.
Titik Genangan Tertinggi dan Imbauan Kewaspadaan
Beberapa ruas jalan menunjukkan ketinggian air yang cukup signifikan, terutama di Jakarta Utara. Delapan ruas jalan di sana terendam 40-100 sentimeter, meliputi Jalan Karang Bolong Raya, Jalan Kampung Sepatan, serta Jalan Gaya Motor Raya di depan Kodim 0502. Jalan Jembatan Tiga Raya dan Jalan Pluit Raya di depan Hotel JP juga terdampak.
Selain itu, Jalan Babek TNI, Jalan Muara Baru, dan area depan Pintu Masuk Pelabuhan Nizam Zachman juga mengalami genangan tinggi. Di Jakarta Pusat, Jalan Letjen Suprapto dan Jalan Ruko Cempaka Mas terendam 30 sentimeter, sementara Jalan Benda Raya di Jakarta Barat mencapai 50 sentimeter.
Menyikapi kondisi ini, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi banjir lanjutan. "Jika situasi darurat, warga bisa segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam gratis," kata Mohamad Yohan.
Pihaknya juga telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat dilakukan untuk penyedotan genangan dan memastikan fungsi tali-tali air.
Penanganan Pengungsi dan Upaya Mitigasi
Dampak dari banjir ini juga menyebabkan sejumlah warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, sebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) atau 29 jiwa mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek.
Sementara itu, di Kelurahan Rawa Terate, Jakarta Timur, terdapat delapan KK atau 14 jiwa yang mengungsi di Lapangan United Trakto. BPBD DKI Jakarta memastikan kebutuhan dasar bagi para penyintas telah disiapkan.
Mohamad Yohan menambahkan bahwa pihaknya bersama lurah dan camat setempat berupaya keras agar banjir dapat surut dalam waktu cepat. Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang mungkin terjadi.
Layanan darurat 112 tetap tersedia 24 jam non-stop dan gratis bagi warga yang membutuhkan bantuan. Kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci dalam menghadapi situasi bencana ini.
Sumber: AntaraNews