Ambulans Laut Hilang Kontak di Selat Makassar Masih Belum Ditemukan, Bawa Tiga Orang Tenaga Medis
Kantor Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Makassar menyebut kendala pencarian Ambulans Laut saat ini adalah faktor cuaca.
Bupati Pangkep, Muh Yusran Lalogau berharap tim SAR gabungan bisa segera menemukan Ambulans Laut yang hilang kontak di Selat Makassar, sejak Senin (13/10). Kantor Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Makassar menyebut kendala pencarian Ambulans Laut saat ini adalah faktor cuaca.
Yusran mengakui bahwa pencarian ambulans laut yang hilang kontak masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Ia mengaku pencarian ambulans laut tidak mudah, apalagi cuaca tidak menentu menjadi kendala bagi tim SAR gabungan.
"Jadi untuk beberapa hari terakhir ini kami dari Pemkab Pangkep beserta tim SAR dan juga dari Forkopimda Pangkep tetap selalu memantau untuk kondisi pencarian kapal ambulans ini. Memang beberapa hari terakhir kondisi cuaca ini sementara tidak menentu," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/10).
Politisi Partai NasDem ini menjelaskan, ambulans laut mengangkut tiga orang tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas yang ada di kepulauan. Saat ini, Pemkab Pangkep memiliki enam ambulans laut.
"Kapalnya kurang lebih kalau tidak salah, masih kapal-kapal yang agak lama. Tapi kita berharap bagaimana ya cepat ditemukan," tuturnya.
Pelayanan Masyarakat Kepulauan
Yusran menyebut, ambulans laut tersebut dioperasionalkan untuk melakukan pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di kepulauan. Bahkan, ambulans laut digunakan untuk merujuk pasien dari Puskesmas wilayah kepulauan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang.
"Bukan hanya itu, biasa kita juga mengecek karena di daerah-daerah kepulauan masih ada beberapa penyakit-penyakit khususnya sekarang juga yang menjadi perhatian Bapak Presiden yaitu TBC (tubercolosis) atau penyakit menular lainnya," tuturnya.
Terpisah, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kelas A Makassar, Andi Sultan menjelaskan bahwa pencarian terhadap ambulans laut masih dilakukan meski sudah memasuki hari keenam. Ia menyebut belum ada petunjuk keberadaan kapal tersebut.
"Misalnya dia (Kapal Ambulans) tenggelam, biasanya ada ditemukan benda-benda mengapung yang ada di kapal. Selama kami melakukan pencarian ini, tidak ada ditemukan tanda-tanda serpihan kapal yang mengapung," ujarnya melalui keterangan tertulisnya.
Koordinasi dengan Polairud
Sultan juga sudah berkoordinasi dengan Polairud yang berada di beberapa pulau, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sumbawa. Sayangnya, keberadaan kapal ambulans juga tidak pernah terlihat.
"Begitu juga kalau mengalami mati mesin hingga hanyut, itu juga kita sudah sampaikan jajaran Polairud di setiap pos pulau terdekat, sampai Nusa Tenggara Timur (NTT), sampai Sumbawa, dan tidak ada pernah melihat kapal itu," imbuhnya.
Bergelut dengan Cuaca Pencairan kapal ini memang tak mudah. Tim pencari harus menghadapi berbagai kendala. Di antaranya, cuaca yang tak menentu. Bahkan, tim harus berlindung di pulau ketika arus cukup deras.
"Kendala juga itu, kan cuaca saat ini memang tidak menentu, sampai kemarin kemiringannya kapal sampai 10 derajat. Makanya kami berlindung di pulau, karena melihat arus itu cukup besar dan kencang. Kendala cuaca juga," ucapnya.