Alissa Wahid Kunjungi Keluarga Iko Juliant, Mahasiswa Unnes Meninggal Saat Demo
Putri sulung Gusdur itu menemui keluarga Iko Juliant, mahasiswa Unnes yang meninggal saat demo.
Kematian Iko Juliant, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) masih menimbulkan pertanyaan, meski kepolisian menyebut mahasiswa tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Veteran, Semarang. Pihak keluarga masih terpukul karena kehilangan anaknya.
Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan pihak keluarga korban membutuhkan kejelasan atas kasus kematian Iko Juliant. Hal itu terlihat jelas saat ia mengunjungi rumah Iko terdapat foto-fotonya yang masih dipajang.
"Kondisi keluarga mereka memang masih terpukul, foto Iko masih di sana dan mereka masih terus mendoakan," kata Alisa Wahid Anak sulung Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rabu (10/9).
"Kalau almarhum Gus Dur ada pasti berteriak lebih keras dari saya. Ini semua harus diperjelas kasusnya," jelasnya usai kunjungi keluarga korban di Ngaliyan Semarang.
Sebelumnya, pendamping hukum keluarga korban dari Perhimpunan Bantuan Hukum (PBH) IKA FH Unnes, Ady Putra Cesario, menyebut ada kejanggalan dalam kasus tersebut. Dari keterangan dokter, Iko mengalami kerusakan pada limpa disertai pendarahan hebat hingga harus segera dioperasi.
Ibu korban menyetujui tindakan medis, namun kondisi Iko justru semakin kritis pascaoperasi. Dalam masa kritis itu, saat menunggu ibu korban mendengar putranya mengigau “ampun, Pak, tolong, Pak, jangan pukuli saya lagi.”
Tak lama kemudian, Minggu (31/8) sekitar pukul 15.30 WIB, Iko dinyatakan meninggal dunia. Ucapan terakhir ini menimbulkan spekulasi baru.
Sebelumnya mahasiswa Fakultas Hukum Unnes Iko Juliant Junior meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang pada Minggu (31/8).
Kematian mahasiswa muda tersebut janggal karena waktunya berdekatan dengan aksi demonstrasi di Semarang. Pasalnya, polisi menyebut Iko meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Dr Cipto, Kota Semarang lalu selang beberapa hari polisi merevisi lokasi kejadian di Jalan Veteran samping Polda Jateng.
Versi polisi
Tim gabungan Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Iko Juliant Junior di Jalan Veteran, Semarang, Sabtu (6/9). Dalam olah TKP tersebut, petugas menurunkan peralatan Traffic Accident Analysis (TAA).
"TAA ini bisa melakukan pengumpulan serta analisis data untuk mengungkap kronologi saat sebelum, setelah kejadian," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Sabtu (6/9).
Petugas olah TKP kemudian menandai lokasi tabrakan antara motor Vario H 2331 DP yang di kendarai saksi berinisial V dan A, serta motor Supra H 6038 JX yang ditunggangi korban bersama temannya, I. Kedua motor tersebut tampak mengalami kerusakan cukup parah.
Langkah olah TKP dilakukan untuk memberikan kejelasan kepada publik mengenai peristiwa yang sempat menimbulkan berbagai dugaan.
"Polri berkomitmen melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan. Olah TKP ini untuk memastikan bahwa kejadian ini benar-benar murni kecelakaan lalu lintas, bukan karena penyebab lain sebagaimana sempat dipersepsikan sebagian masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya juga menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kombes Pol Artanto mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
"Kita percayakan proses penyelidikan ini kepada kepolisian. Kami akan menyampaikan hasilnya secara terbuka demi keadilan dan kepastian hukum,” pungkasnya.