Aktivitas Terakhir PNS Kemlu Sebelum Ditemukan Tewas Terbungkus Lakban, Ada Obat-Obatan di Kamar Korban
Polisi mengungkapkan aktivitas terakhir Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP sebelum ditemukan tewas di kosannya
Polisi mengungkapkan aktivitas terakhir Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP sebelum ditemukan tewas di kosannya, Menteng, Jakarta Pusat.
Dari hasil pemeriksaan CCTV, korban sempat terlihat pada Senin malam sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, korban sempat menyantap makan di salah satu ruangan kosan, kemudian keluar untuk buang sampah.
"Saat itu malam hari dia makan. Memang dibuktikan kelihatan di CCTV itu memang dia keluar buang sampah. Jadi malam hari itu dia sekitar 22.30. Dia nyapa, ayo mas, gitu aja. Nyapa penjaga kosan. Karena kan penjaga kosannya itu kan di belakang," ujar Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi kepada wartawan, Selasa (8/7) malam.
Korban juga sempat berkomunikasi dengan istrinya. Korban tinggal di kosan itu memang seorang diri. Sedangkan, istrinya saat itu sedang berada di Yogyakarta.
"Komunikasi terakhir itu jam 9 malam ke istrinya. Ya, istrinya pun mengiyakankan. Komunikasi (normal)," ucap dia.
Setelah itu, korban tak kelihatan lagi. Sampai keesokan paginya, istrinya gelisah karena korban tak lagi bisa dihubungi. Istri korban lalu menghubungi penjaga kos untuk memeriksa ke kamar. Pas dicek, korban sudah ditemukan meninggal dalam posisi tergeletak di atas kasur dengan kepala terbungkus lakban.
“istrinya, subuh hari itu menelpon korban cuman tidak aktif. Jadi istrinya menghubungi si penjaga kosan, menanyakan keberadaannya dicek di ketok-ketok. Nah mungkin dari olah TKP, memang ada dibuka paksa untuk mengetahui korban di dalam bagaimana," ucap dia.
Polisi Temukan Obat-Obatan
Lebih lanjut, polisi menemukan sejumlah obat-obatan di dalam kamar kos ADP (39) saat tewas dengan kondisi kepala terbungkus lakban. Rezha mengatakan, obat-obatan itu ditemukan di kamar korban.
"Ya beberapa obat ini ya, apa sih itu kalau yang sakit kepala gitu sama obat lambung. Ya hanya itu aja sih (obat sakit kepala dan obat lambung)," kata Rezha
Namun Rezha menegaskan, temuan obat itu masih terus didalami. Polisi belum menggali keterangan lebih jauh kepada pihak keluarga maupun kerabat dan rekan-rekan. Istrinya juga belum dapat dimintai keterangan lebih detail.
"Kalau dari pemeriksaan awal kita sih belum mendalam mengarah ke sana ya. Kalau untuk saat ini sih nggak ada nyampe ada riwayat kah ini ya. Karena kan kalau dibilang temannya juga belum bisa kita ini karena belum pemeriksaan mendalam. Yang berikutnya juga istrinya pun juga belum kita mintain keterangan. Jadi belum terlalu mengarah ke sana," ucap dia.
Dalam kasus ini, sejumlah barang bukti juga sudah diamankan dari lokasi kejadian. Beberapa barang disita saat olah TKP.
"Hanya itu aja. Kantongan plastik dan lilitan lakban itu. Dompet identitas korban sama ada bantal dan mungkin sarungnya," ucap dia.
Polisi juga mengamankan pakaian yang diduga terakhir dikenakan korban. "Pakaian yang digunakan pada saat kelihatan di CCTV. Ini sudah itu aja sih," ucap dia.
Barang-barang tersebut masih diperiksa di laboratorium untuk mencari jejak forensik seperti sidik jari maupun DNA. Sejauh ini, sidik jari yang menempel di lakban hanya milik korban sendiri.
"Sudah sih, iya sudah. Nanti kita bawa ke lab karena masih kumpulin alat bukti-alat buktinya dulu mengarahnya ke mana gitu. Kalau dari olah TKP awal masih kelihatan sidik jari si korban itu," tandas dia.