Kapolda Metro Janji Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu Terungkap dalam Sepekan

Saat ini tim forensik tengah mendalami sejumlah bukti, termasuk CCTV, laptop, dan handphone milik korban.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Kapolda Metro Janji Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu Terungkap dalam Sepekan
Pemakaman Diplomat Muda Arya Daru (merdeka)

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto menargetkan, analisis forensik, autopsi, dan digital forensik kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) di indekos Menteng, Jakarta Pusat, rampung dalam waktu seminggu.

Dia menyatakan, saat ini tim forensik tengah mendalami sejumlah bukti, termasuk CCTV, laptop, dan handphone milik korban.

"Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan, insya Allah mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya," ujar Karyoto kepada wartawan, Jumat (11/7).

Karyoto memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam penanganan kasus ini. Dia menegaskan, Polda Metro punya banyak pengalaman menangani kasus serupa dan saat ini melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Sejauh ini, sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk istri korban, tetangga kos, dan pemilik tempat kos. Polisi juga terus menelusuri jejak digital korban guna mengungkap motif dan kronologi sebenarnya dari kematian tragis yang masih menyimpan banyak tanda tanya.

"Biar kita pelajari dulu, setelah waktunya kita bisa membuat kesimpulan final, kita katakan ini, ini, ini, ini," pungkas Karyoto.

Kronologi Penemuan Mayat Diplomat

Mayat ADP ditemukan pertama kali oleh penjaga kos pada Selasa pagi pukuk 08.00 WIB. Awalnya, istri korban merasa curiga. Sang istri sempat menelepon korban namun tidak direspons. Istri korban lalu menghubungi penjaga indekos untuk memeriksa ke kamar.

"Istrinya, subuh hari itu menelepon korban cuman tidak aktif. Jadi istrinya menghubungi si penjaga kosan, menanyakan keberadaannya dicek di ketok-ketok," jelas Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi.

Penjaga kos menuju kamar korban. Dia mengetuk berkali-kali. Namun tak mendapat respons. Penjaga kos terpaksa membuka paksa pintu kamar korban. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Penjaga kos kemudian menghubungi Polsek Menteng. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung menuju ke lokasi kejadian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, saat itu polisi menemukan kepala korban terikat lakban, sementara tubuhnya tertutup selimut di atas kasur.

Polisi kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan autopsi. Di lokasi kejadian, polisi meminta keterangan saksi, memeriksa CCTV, hingga barang bukti yang ada di kamar korban.

Aktivitas Terakhir Korban

Polisi mengungkapkan aktivitas terakhir ADP sebelum ditemukan tewas di kosannya. Dari hasil pemeriksaan CCTV, korban sempat terlihat pada Senin malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Saat itu, korban sempat menyantap makanan di salah satu ruangan kosan, kemudian keluar untuk buang sampah.

"Saat itu malam hari dia makan. Memang dibuktikan kelihatan di CCTV itu memang dia keluar buang sampah. Jadi malam hari itu dia sekitar 22.30," jelas Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi.

Malam itu juga, korban sempat menyapa penjaga kosnya. Korban juga sempat berkomunikasi dengan istrinya melalui sambungan telepon. Korban tinggal di kosan itu memang seorang diri. Sedangkan, istrinya sedang berada di Yogyakarta.

"Komunikasi terakhir itu jam 9 malam ke istrinya. Ya, istrinya pun mengiyakankan. Komunikasi (normal)," ucap dia.

Setelah itu, korban tak kelihatan lagi. Sampai keesokan paginya, istrinya gelisah karena korban tak lagi bisa dihubungi.

Rekomendasi