90 Persen Sampah di Pantai Indonesia Didominasi Plastik dan Styrofoam
Aksi bersih-bersih pantai ini juga turut melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung serta komunitas lainnya.
InJourney Group PT Aviasi Pariwisata Indonesia berkolaborasi dengan Pandawara Group menggelar kegiatan aksi bersih-bersih Pantai Kelan, Kabupaten Badung, Bali, pada Rabu (18/2).
Dalam aksi bersih-bersih ini, selain perwakilan InJourney Group yang ada di wilayah Bali seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, kawasan pariwisata The Nusa Dua, KEK Sanur, aksi bersih-bersih pantai ini juga turut melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung serta komunitas lainnya.
Gilang Rahma selaku Perwakilan anggota Pandawara Group mengatakan, khusus untuk Pantai Kelan ini sebetulnya memiliki keindahan yang cukup menarik.
"Karena ini juga salah satu pantai yang menjadi muka pertama Bali, karena letak geografisnya ada di pinggir airport. Dan menurut beberapa informasi yang saya dapat, mungkin hampir 95 persen sampah-sampah yang ada di sini itu sampah-sampah kiriman," kata Gilang.
Sampah Organik Tidak Terlalu Berbahaya
Gilang juga menilai, untuk standar kotor sesuai dengan Pandawara Group, Pantai Kelan ini lumayan cukup bersih. Cuma tadi menemukan beberapa sampah ataupun butiran-butiran kecil, mikroplastik, sampah-sampah kotoran kecil yang tidak terlihat juga.
"Yang mana sampah seperti itu, ketika memang tidak ditanggulangi dengan cepat dan tepat, itu tentu akan jadi berbahaya juga," imbuhnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa sebenarnya sampah-sampah yang banyak yang ditemukan di pantai di Indonesia itu didominasi oleh styrofoam dan plastik.
"Plastik sama styrofoam mostly (sebagian besar) itu hampir 90 persen didominasi oleh plastik dan styrofoam. Kalau sampah organik meskipun banyak, tapi efek berbahayanya itu tidak se-berbahaya sampah organik tentunya," ujarnya.
Ia juga menyatakan, perlu diingat bahwa Pulau Bali itu jadi salah satu wisata super
prioritas yang dimiliki oleh Indonesia. Maka dari itu harus menjaga keindahan dan kelestarian ataupun keseimbangan ekosistem setiap lingkungan yang ada di Pulau Bali.
"Itu hal yang paling penting dan hal yang paling utama. Karena ini adalah salah satu kekayaan yang dimiliki oleh negara kita yang patut kita jaga sama-sama," ujarnya.
Tanggung Jawab Bersama
Gilang juga menyampaikan, kegiatan ini salah satu aktivitas dan gerakan yang cukup luar biasa.
"Dengan kegiatan ini, tentu ini menjadi pengingat khususnya kita yang di lokasi dan umumnya untuk masyarakat di Indonesia tentunya. Ketika kita, menginginkan lingkungan tanpa kerusakan itu perlu sinergitas dan kolaboratif dan masif dari berbagai macam elemen kalangan masyarakat," ujarnya.
Saat ditanya mengenai pandangan Pandawara Group terkait permasalahan sampah di Bali, Gilang mengungkapkan, di seluruh wilayah mempunyai masalah sampahnya masing-masing dan ini menjadi tanggung jawab semua pihak.
"Ketika berbicara soal sampah ini, bukan hanya tanggung jawab perseorangan atau pihak-pihak tertentu. Karena masalah lingkungan atau masalah sampah itu tanggung jawab kita bersama penanganan dari hulu sampai ke hilirnya itu (harus) serentak dan masif tentunya," jelasnya.
Sampah Jarum Suntik
Ia menegaskan, kedisplinan fundamental pengelolaan sampah harus ditanamkan sedari dini. Selain itu, dia mengingatkan dalam aksi bersih-bersih harus berhati-hati karena ditemukan sampah medis berupa satu jarum suntik, dan sampah seperti itu sepatutnya tidak ada di tempat ataupun pantai seindah ini.
"Tadi ada satu sampah, sepatutnya tidak ada di tempat atau pantai se-indah ini. Tapi ini, kita tidak tahu apakah bekas orang-orang tadinya punya riwayat penyakit medis apa, atau bekas aktivitas terlarang," ujarnya.
Dari hasil bersih-bersih Pantai Kelan hari ini, Gilang menyampaikan mayoritas sampah kiriman 65 persen merupakan sampah organik karena banyak sampah kayu-kayu, ranting pohon, batang pohon dan semacamnya. Dijumpai juga adanya sampah kiriman berupa limbah B3, tetapi tidak sebanyak sampah organik, dan anorganik berupa sampah-sampah plastik.
"Kalau untuk limbah seperti ini (jarum suntik) hanya satu. Tapi didominasi 65 persen kurang lebih sampah organik tentunya. Untuk B3-nya ada, tapi tidak terlalu banyak juga dan ini adalah salah satunya seperti itu," ujarnya.
Kemudian, untuk sampah yang terkumpul dalam aksi bersih-bersih pantai di Kelan ini akan diangkut oleh DLHK Kabupaten Badung untuk dikirim ke TPA Suwung.