4 Korban Meninggal Akibat Kecelakaan KRL Warga Jakarta
Korban tewas dari peristiwa tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur kini sudah mencapai 15 orang.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan dari 15 korban meninggal akibat tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, empat di antaranya merupakan warga ber-KTP DKI.
Hal itu disampaikan Rano Karno saat melayat ke rumah duka Nuryati (63) di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026).
“Nah, artinya ini menjadi juga bagian tanggung jawab, karena berdasarkan informasi dari 14 korban, 4 orang itu warga Jakarta,” kata dia.
Mengerahkan Bantuan Sejak Malam Kejadian
Rano mengatakan, pihaknya langsung menggerakkan bantuan sejak malam kejadian. BPBD, PMI hingga Damkar DKI diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan korban.
“Langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi,” ucapnya.
Pemprov DKI memastikan bantuan untuk keluarga korban berjalan, termasuk pengurusan pemakaman.
“Semua insyaallah di sini ada Dinas Pemakaman, semua udah dibantu,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Rano menyoroti kerasnya benturan dalam insiden tersebut, terlebih ketika melihat kondisi gerbong perempuan yang hancur.
“Gerbong perempuan hancur ya. Itu bingung saya bagaimana caranya, berarti kan keras, sangat keras sekali,” kata dia.
Sementara itu, Rano menegaskan, soal evaluasi perlintasan menjadi kewenangan pemerintah pusat. Jakarta, kata dia, fokus membantu evakuasi dan dampak transportasi.
“Nah itu tentu adalah tugas dari Kementerian Perhubungan,” kata Rano.