4 Hari Hilang Terbawa Arus Banjir, Jasad Warga Bekasi Ditemukan di Antara Bambu dan Sampah Sungai Cikeas
Jasad korban ditemukan pada radius 100 meter dari lokasi kejadian sekira pukul 17.20 WIB.
Seorang pria yang hanyut dan tenggelam terbawa arus luapan Sungai Cikeas saat membersihkan sampah di Bendung Koja, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (8/3).
Pria berinisial A (44) itu ditemukan tim SAR gabungan setelah empat hari hilang terbawa arus luapan sungai, tepatnya sejak Selasa (4/3) lalu. Saat itu kondisi aliran sungai meluap sehingga merendam permukiman warga.
Kepala Sub Bagian Umum Kantor SAR Jakarta, Mikel Rahman Junika mengatakan, jasad korban ditemukan pada radius 100 meter dari lokasi kejadian sekira pukul 17.20 WIB di antara bambu dan sampah yang terbawa arus di sungai.
"Korban berhasil kita temukan sore ini dan jenazah kemudian kita evakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ucap Mikel.
Proses pencarian jasad korban hingga hari ke empat ini, kata Mikel, sudah dilakukan sejauh radius 20 kilometer oleh tim pertama yang menyusuri aliran Sungai Cikeas menggunakan perahu karet. Sementara tim kedua menyusir jalur darat hingga ke wilayah Kabupaten Bekasi.
"Upaya pencarian pada hari keempat ini dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan membagi dua tim," katanya.
Warga Kecamatan Jatiasih
Diberitakan sebelumnya, seorang warga Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir pada Selasa (4/3). Hingga saat ini korban berinisial A (46) belum ditemukan dan proses pencarian masih dilakukan.
Camat Jatiasih, Ashari mengatakan korban terbawa arus banjir ketika terpeleset saat membersihkan sampah di Bendung Koja. Sementara saat itu arus Sungai Cikeas sedang deras.
"Informasi dari warga kami sekitar pukul 06.00 WIB, ada seorang warga yang mencoba membersihkan sampah di Bendungan Koja, tetapi ia terpeleset dan terseret arus," kata Ashari.
Saat korban terpeleset, lanjut Ashari, ada saksi yang berusaha menolong korban. Namun karena arus sungai yang sangat deras, korban tidak berhasil diselamatkan.
"Saksi di lokasi sempat mencoba menyelamatkan, tapi arus sangat deras, sehingga korban belum ditemukan," katanya.