Kepsek dan Wakasek Kenang Sosok Murid dan Sekuriti yang Meninggal Terseret Aliran Sungai di Banjaran Bandung Barat

Keduanya meninggal akibat terseret aliran sungai di Banjaran Bandung Barat.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Kepsek dan Wakasek Kenang Sosok Murid dan Sekuriti yang Meninggal Terseret Aliran Sungai di Banjaran Bandung Barat
Kepsek dan Wakasek Kenang Sosok Murid dan Sekuriti yang Meninggal Terseret Aliran Sungai di Banjaran Bandung Barat (Merdeka.com)

Ratusan murid di SMAN 1 Banjaran, Kabupaten Bandung, berjejer rapi untuk menunaikan salat mayat. Di hadapan mereka, terlihat sekuriti sekolah, Agus Sutisna (52), sudah terbujur kaku diselimuti kain berwarna cokelat.

"Saya bersaksi beliau orang baik," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Banjaran, Iwan Kurniawan, pada Kamis (16/4).

Setelah salat ditunaikan, terlihat Iwan dan beberapa murid yang menangis terisak. Mereka teringat sosok Agus yang tiap hari menjaga sekolah tanpa kenal lelah agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung dengan aman.

Mereka juga teringat aksi heroik Agus yang tanpa rasa gentar menceburkan diri ke sungai untuk menolong murid SMAN 1 Banjaran yang hanyut terseret arus sungai, Ginasa Lintang atau Gina (18).

"Betul-betul suatu perbuatan yang mulia," ucap Iwan.

Agus, menurut Iwan, mulai bekerja sebagai sekuriti sekolah sejak sekitar tahun 2023. Agus bekerja begitu profesional. Dia pun mengaku acap kali berbincang dengan Agus. Perkataan yang paling diingatnya, jauh sebelum peristiwa nahas terjadi, Agus pernah berujar ingin meninggal dunia secara khusnul khatimah.

"Ada satu pesan yang selalu disampaikan. Ini kepada siapa pun 'Pak, saya mah pengen maot (meninggal dunia) khusnul khatimah'. Luar biasa," ucap dia.

"Dia tuh begitu peduli sama siapa pun," ungkap dia.

Sosok Korban

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Banjaran, Ismail Kusmayadi menyebut sosok Gina sebagai sosok yang pendiam tapi begitu peduli kepada teman-temannya. Gina, kini duduk di bangku kelas 12 dan hanya tinggal menunggu ijazah saja.

"Kami juga merasa kehilangan ya yang seharusnya di akhir tahun pelajaran ini anak ini mendapatkan ijazah untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan sebagainya. Kemudian Allah punya jalan lain lah," kata dia.

Adapun dari sisi prestasi, Gina tak terlalu menonjol jika dibandingkan murid lainnya. Namun, yang terpenting, Gina mempunyai kepribadian yang baik. Dia mengaku begitu kehilangan sosok muridnya tersebut.

"Kalau prestasi sebetulnya tidak terlalu menonjol gitu ya, tetapi dia punya apa kepribadian yang baik," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, insiden bermula dari laporan bahwa Gina terseret arus sungai. Laporan awal diterima sekitar pukul 15.42 WIB pada Rabu sore. Namun begitu, derasnya arus sungai membuat upaya penyelamatan menjadi sulit dan Gina tetap terbawa arus.

Gina kemudian ditemukan telah meninggal dunia di wilayah Bojongsering, Kecamatan Ciparay. Kejadian tragis ini menyita perhatian publik dan memicu respons cepat dari aparat keamanan dan tim penyelamat.

Sementara itu, Agus sempat memberikan pertolongan kepada korban. Agus berhasil membawa korban ke tepi sungai untuk sesaat. Namun, kuatnya arus air kembali menyeret korban hingga hanyut kembali dan ditemukan meninggal dunia.

Rekomendasi