108.955 Warga Terdampak Banjir Deli Serdang, Pemkab Gerak Cepat Tangani Bencana
Lebih dari 108 ribu warga di Kabupaten Deli Serdang terdampak banjir akibat hujan lebat, mendorong Pemkab untuk gerak cepat menangani bencana dan evakuasi.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis (27/11) telah menyebabkan bencana banjir yang meluas. Sebanyak 108.955 warga dari berbagai kecamatan kini dilaporkan terdampak serius oleh musibah ini. Kondisi ini memicu respons cepat dari pemerintah daerah untuk melakukan penanganan darurat.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, segera memerintahkan seluruh jajarannya untuk bergerak aktif. Fokus utama adalah menerima aduan masyarakat dan melaksanakan evakuasi warga yang terjebak banjir. Langkah-langkah tanggap darurat ini bertujuan untuk meminimalisir dampak dan memastikan keselamatan penduduk.
Posko pengungsian, layanan kesehatan, serta dapur umum telah didirikan di berbagai lokasi strategis untuk membantu korban banjir. Seluruh fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit daerah dan Puskesmas, juga disiagakan penuh. Bupati menekankan pentingnya respons cepat dan tanpa korban jiwa dalam penanganan bencana ini.
Dampak Meluas dan Titik Terparah Banjir Deli Serdang
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang menunjukkan adanya 96 titik banjir yang tersebar di wilayah tersebut. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi. Situasi ini menggambarkan skala bencana yang signifikan di Kabupaten Deli Serdang.
Dari total titik banjir, 22 di antaranya dikategorikan sebagai wilayah terparah dengan ketinggian air di atas satu meter. Kecamatan yang paling terdampak meliputi Percut Sei Tuan, Sunggal, Hamparan Perak, Patumbak, dan Tanjung Morawa. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dan upaya penanganan yang lebih intensif.
Kecamatan Sunggal tercatat sebagai wilayah dengan jumlah warga terdampak tertinggi, mencapai 44.012 jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa ribuan keluarga di Sunggal harus menghadapi kesulitan akibat genangan air yang tinggi. Petugas di lapangan terus berupaya melakukan evakuasi, terutama bagi warga yang masih bertahan di rumah mereka.
Respons Cepat Pemerintah Daerah dan Layanan Darurat
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, melalui Bupati Asri Ludin Tambunan, menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana ini. Seluruh pihak telah dikerahkan untuk memberikan bantuan maksimal kepada masyarakat terdampak banjir. Koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam upaya penanganan bencana ini.
Bupati juga menegaskan bahwa semua fasilitas kesehatan harus siaga dan tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan perawatan medis. "Semuanya harus bergerak, berdampak, dan zero korban jiwa. Tidak ada Puskesmas atau layanan kesehatan yang menolak pasien," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan prioritas utama pemerintah terhadap keselamatan dan kesehatan warga.
Untuk mempercepat respons dan aduan dari masyarakat, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan), Anwar Sadat Siregar, menginformasikan bahwa Pemkab Deli Serdang telah membuka kanal komunikasi. Layanan 112 tersedia untuk kebutuhan darurat, dan nomor 082374141678 juga dapat dihubungi. Hingga saat ini, 60 aduan telah masuk melalui layanan 112, menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan situasi.
Sumber: AntaraNews