Sembilan Kecamatan di Deli Serdang Masih Terdampak Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Mengungsi

Update terkini, sembilan kecamatan di Deli Serdang masih berjuang menghadapi dampak banjir dan longsor. Pemerintah fokus penanganan pascabencana, memastikan kebutuhan ribuan pengungsi terpenuhi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sembilan Kecamatan di Deli Serdang Masih Terdampak Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Mengungsi
Sembilan kecamatan di Deli Serdang masih berjuang pulih dari dampak banjir dan longsor, dengan ribuan warga masih bertahan di pengungsian. Pemerintah fokus pada penanganan pascabencana. (AntaraNews)

Sembilan kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dilaporkan masih terdampak bencana banjir dan longsor. Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya 17 kecamatan mengalami dampak serupa, namun kini sebagian besar wilayah telah berangsur pulih dari genangan air.

Ribuan warga di beberapa wilayah terdampak masih berada di pengungsian, menunggu kondisi kembali normal. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus berupaya maksimal dalam penanganan pascabencana, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

Fokus utama saat ini adalah pemulihan infrastruktur, penyediaan air bersih, dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi di kecamatan yang masih terdampak agar kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Plt Kadis Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfostan) Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar, menjelaskan bahwa jumlah kecamatan terdampak telah berkurang signifikan. "Sebelumnya terdapat 17 kecamatan terdampak banjir dan longsor. Dari data terakhir, per hari ini, kondisinya sudah berangsur surut. Tinggal sembilan kecamatan yang beberapa desanya masih terdampak," ujarnya di Lubuk Pakam.

Tujuh kecamatan yang masih berada dalam kategori zona kuning akibat banjir meliputi Percut Sei Tuan, Sunggal, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Batang Kuis, Tanjung Morawa, dan Pantai Labu. Sementara itu, dua kecamatan lainnya, yaitu Sibolangit dan STM Hilir, masih menghadapi dampak longsor yang signifikan.

Di STM Hilir, material longsor sempat menutupi akses jalan penghubung Desa Penungkiren menuju Rambai, namun kini sedang dalam proses pengerjaan pembukaan jalan. Berbeda dengan Sibolangit, tepatnya di Desa Suka Maju, akses jalan masih belum dapat dilalui sepenuhnya akibat material longsor yang menumpuk.

Beberapa wilayah yang sebelumnya terdampak parah, seperti Lubuk Pakam, Deli Tua, Namorambe, Pancur Batu, Galang, Patumbak, Beringin, dan Bangun Purba, kini telah surut. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam penanganan bencana banjir di Deli Serdang.

Meskipun sebagian besar wilayah telah pulih, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tetap mempertahankan posko bencana di setiap kantor kecamatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan monitoring dan distribusi bantuan terus berjalan efektif bagi warga terdampak banjir.

Anwar Sadat Siregar menegaskan bahwa sesuai instruksi Bupati Deli Serdang, pemerintah daerah fokus pada penanganan pascabencana. "Pak Bupati dan Wakil Bupati menegaskan agar petugas dapat memastikan masyarakat aman dan semua kebutuhan darurat terpenuhi," katanya.

Prioritas utama Pemkab Deli Serdang meliputi penyediaan kebutuhan dapur umum, memastikan pasokan air bersih yang aman, serta operasional posko kesehatan yang berjalan semestinya. Kesigapan tenaga kesehatan menjadi krusial dalam tahap pemulihan ini.

Selain itu, pemerintah juga telah mulai mendata dan mempersiapkan rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan kondisi di kecamatan agar kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas kembali.

Fokus pemenuhan kebutuhan terhadap warga terdampak banjir tetap menjadi prioritas, terutama di sembilan wilayah zona kuning yang masih memiliki pengungsi. Data terbaru menunjukkan masih ada ribuan warga yang belum bisa kembali ke rumah mereka.

Jumlah pengungsi yang tersisa saat ini adalah 7.989 orang, tersebar di lima kecamatan. Angka ini jauh berkurang dari sebelumnya, karena sebagian besar warga telah kembali ke kediaman masing-masing setelah air surut.

Secara rinci, Kecamatan Percut Sei Tuan masih menampung 3.957 pengungsi, Labuhan Deli 2.345 pengungsi, Tanjung Morawa 495 pengungsi, dan Pantai Labu 1.191 pengungsi. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan sanitasi terus dipenuhi.

Pemerintah daerah terus memantau kondisi para pengungsi dan memastikan mereka mendapatkan bantuan yang diperlukan. Koordinasi antar instansi terus diperkuat untuk mempercepat proses pemulihan dan relokasi bagi warga yang terdampak paling parah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi