Begini Cara Mengelola Limbah Medis dari Fasyankes di Seluruh Indonesia
Sepanjang tahun 2024, Universal Eco bertanggung jawab mengelola lebih dari 5.000 ton limbah medis dari berbagai fasyankes di seluruh Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, Universal Eco bertanggung jawab atas pengelolaan lebih dari 5.000 ton limbah medis yang berasal dari berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengolahan limbah ramah lingkungan, Universal Eco menunjukkan komitmennya dalam mengelola limbah medis dengan sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kontribusi Universal Eco dalam pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berizin, termasuk limbah medis, sangat signifikan. Limbah tersebut dihasilkan dari fasyankes seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, serta laboratorium kesehatan dan farmasi. "Melalui teknologi insinerator ramah lingkungan, sifat bahaya dari limbah medis dapat diatasi sehingga mengurangi risiko lingkungan dan penularan penyakit," ungkap Bobby Simon, CEO Universal Eco. Sejak tahun 2020, perusahaan ini aktif dalam pengelolaan limbah B3 dan kini telah melayani hingga 21 provinsi di Indonesia, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.
Universal Eco percaya bahwa pengelolaan limbah sangat penting untuk kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Meskipun tantangan dalam pengelolaan limbah medis di Indonesia masih besar, keberadaan Universal Eco memberikan harapan untuk perbaikan di masa depan.
Data dari Kementerian Kesehatan tahun 2019 menunjukkan bahwa sekitar 290 ton limbah medis dihasilkan setiap hari dari 2.820 rumah sakit dan 9.884 puskesmas di seluruh Indonesia, namun pengelolaannya masih belum optimal karena banyak fasyankes yang belum memiliki sistem pengolahan yang memadai.
Pemerintah terus mendorong agar limbah medis dikelola secara bertanggung jawab sesuai dengan regulasi yang ada. Jika fasyankes tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah sendiri, mereka diwajibkan untuk bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin, seperti Universal Eco. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan lingkungan, mengingat Universal Eco berhasil mengelola limbah medis dengan aman dan tepat.
Solusi Terpadu
Dalam pengelolaan limbah, Universal Eco menerapkan solusi terpadu yang mencakup pengangkutan, pengolahan, pemusnahan, dan pembuangan limbah medis sesuai dengan peraturan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Selain itu, Universal Eco juga menyediakan pelaporan alur limbah, sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi rumah sakit, puskesmas, dan fasyankes lainnya.
Di samping itu, perusahaan ini juga aktif memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan limbah B3, khususnya limbah medis, agar dapat diimplementasikan oleh para penghasil limbah.Pengelolaan limbah yang efisien memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup dan lingkungan.
Penerapan prosedur pengelolaan limbah yang baik mendukung fasyankes dalam mematuhi regulasi pemerintah, menghindari sanksi, serta menjaga citra institusi.