Ada Sentuhan Sporty Toyota GR di Van HiAce
Toyota Gazoo Racing sedang mempersiapkan penambahan model mobil sport baru.
Toyota Gazoo Racing sedang mempersiapkan untuk menambah koleksi mobil sport mereka. Meskipun demikian, tidak semua kendaraan akan menggunakan logo GR, karena setiap model harus disesuaikan dengan aspek pengendalian dan performa yang diinginkan.
Menurut Carscoops, divisi GR Parts yang terkenal dengan kemampuan mereka dalam memodifikasi model-model standar menjadi lebih sporty, baru-baru ini melakukan perubahan pada salah satu van Toyota, yaitu Hiace. Toyota menyatakan bahwa versi I dari HiAce GR terinspirasi oleh desain off-road, sehingga tidak hanya cocok untuk kegiatan di luar ruangan tetapi juga untuk penggunaan di jalan raya.
Untuk versi II dari GR Parts, terdapat perubahan signifikan pada desain bumper depan dan side skirts. Versi I dari HiAce GR ini dilengkapi dengan sisipan bumper yang kuat, LED terintegrasi, serta pelat selip dengan gaya logam. Semua elemen ini disatukan oleh side skirt yang berfungsi sebagai pijakan samping dan dilengkapi dengan mudflap bergaya GR yang tersedia dalam warna merah atau hitam.
Sementara itu, versi II menampilkan desain yang lebih sporty dengan adanya splitter depan dan side skirt yang lebih tersembunyi. Pemilik kendaraan juga memiliki opsi untuk memilih bumper belakang yang lebih dalam dengan diffuser mini, serta satu set velg baru berukuran 15 inci dan rangka pelat nomor yang dilengkapi dengan baut bertuliskan GR.
Pabrik baterai untuk kendaraan listrik pertama Toyota di Amerika siap beroperasi
Fasilitas produksi baterai Toyota yang terletak di North Carolina siap untuk memulai proses produksi setelah melakukan investasi hampir mencapai US$ 14 miliar. Menurut informasi yang disampaikan oleh InsideEVs, pengiriman hasil produksi dari pabrik baterai ini, yang ditujukan untuk kendaraan listrik Toyota dan Lexus yang ada di pasar Amerika Utara, dijadwalkan akan dimulai pada April 2025.
Pabrik yang berlokasi di Amerika Serikat ini merupakan pabrik baterai pertama yang dibangun oleh perusahaan di luar Jepang. Dengan memiliki 14 jalur perakitan, sepuluh di antaranya akan dikhususkan untuk memproduksi modul mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), sementara empat jalur lainnya akan digunakan untuk memproduksi hybrid (HEV).
Menurut perkiraan Toyota, pada tahun 2030, total produksi baterai di fasilitas ini akan meningkat hingga 30 gigawatt-hours per tahun, yang cukup untuk mendukung lebih dari 400 ribu unit BEV dengan kapasitas baterai mencapai 70 kilowatt-hours. Di sisi lain, pada tahun 2024, Toyota diperkirakan akan menjual sekitar 140 ribu unit kendaraan listrik secara global, dengan 18.750 unit di antaranya terdistribusi di Amerika Serikat.
Saat ini, Toyota hanya memiliki satu model kendaraan listrik murni, yaitu bZ4X. Namun, situasi ini diprediksi akan berubah dalam beberapa tahun ke depan, karena produsen mobil asal Jepang tersebut berencana untuk meluncurkan antara lima hingga tujuh model kendaraan listrik baru di pasar Amerika Serikat dalam dua tahun mendatang.
Infografis tentang Mobil Maung Pindad