Setelah menunggu lama, penggemar supercar akhirnya mendapatkan kabar baik.
Toyota, yang sebelumnya lebih fokus pada kendaraan untuk pasar massal dan elektrifikasi, kini menunjukkan kemampuannya di segmen performa tinggi melalui divisi balapnya, Toyota Gazoo Racing (TGR).
Prototipe Toyota GR GT yang diperkenalkan adalah sebuah supercar murni yang dirancang untuk legal digunakan di jalan raya.
Peluncuran ini menjadi momen penting yang menegaskan komitmen Toyota terhadap performa ekstrem, mengingat sejarah mereka yang kaya dengan model legendaris seperti 2000GT dan LFA.
Akio Toyoda, yang dikenal sebagai Morizo dan menjabat sebagai Chairman Toyota, adalah seorang penggemar balap sejati yang memimpin proyek ambisius ini.
Prototipe Toyota GR GT diperkenalkan pertama kali pada awal Desember 2025 dalam sebuah acara peluncuran dunia yang menunjukkan tekad Toyota untuk bersaing di level elit Grand Tourer (GT).
Mobil ini diharapkan menjadi pesaing langsung bagi supercar terkenal asal Eropa seperti Mercedes-AMG GT dan Porsche 911 Turbo S.
Seperti yang dilansir oleh topgear, Toyota percaya diri untuk bersaing karena GR GT dikembangkan dengan tiga elemen kunci: pusat gravitasi yang sangat rendah, bobot ringan dengan kekakuan tinggi, serta performa aerodinamis yang optimal.
Supercar Toyota GR GT ini akan dilengkapi dengan mesin V8 twin-turbo hybrid 4.0 liter yang diklaim mampu menghasilkan output gabungan sebesar 641 tenaga kuda (650 PS) dan torsi 850 Nm.
Dengan tenaga sebesar itu, mobil ini diprediksi dapat mencapai kecepatan tertinggi hingga 320 km/jam atau bahkan lebih, menjadikannya salah satu mobil tercepat yang pernah diproduksi oleh Toyota. Model ini direncanakan untuk memasuki pasar sekitar tahun 2027.
Advertisement
Dapur Pacu V8 Hybrid serta Sistem Transmisi Balap
Toyota GR GT dilengkapi dengan mesin V8 berkapasitas 4.0 liter twin-turbo yang sepenuhnya baru.
Mesin ini bekerja sama dengan sistem hybrid yang terintegrasi di transaxle belakang, bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk meningkatkan performa kendaraan.
Motor listrik yang terdapat dalam sistem hybrid ini memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk mengatasi kekosongan torsi (torque gap) yang sering terjadi saat turbo belum berfungsi secara optimal dan saat pergantian gigi.
Tenaga dari mesin akan disalurkan ke roda belakang (Rear-Wheel Drive) melalui tabung torsi yang terbuat dari carbon-fiber (CFRP torque tube) serta transmisi otomatis dengan delapan percepatan yang menggunakan kopling basah (wet-start clutch) sebagai pengganti torque converter yang biasa.
Dengan menggunakan transmisi dan konfigurasi front-engine, rear-transaxle, distribusi bobot kendaraan hampir sempurna, yaitu 45:55 antara bagian depan dan belakang.
Advertisement
Struktur Aluminium dan Aerodinamika Prioritas Utama Toyota
Desain aerodinamis menjadi fokus utama pada Toyota GR GT. Setiap elemen eksterior, mulai dari intake udara di bagian bumper hingga sayap belakang, diciptakan melalui kolaborasi antara insinyur aerodinamika dan desainer untuk mengoptimalkan downforce serta sistem pendinginan.
Untuk mencapai pengurangan bobot, GR GT mengadopsi sasis rangka bodi all-aluminium yang pertama kali diperkenalkan oleh Toyota, yang dilengkapi dengan panel bodi yang terbuat dari Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP).
Toyota berkomitmen untuk menjaga bobot kendaraan di bawah 1.750 kg, yang merupakan angka yang sangat ringan untuk kategori supercar hybrid V8.
Selain itu, mobil ini juga dilengkapi dengan rem cakram carbon ceramic dari Brembo dan ban performa tinggi berukuran 20 inci, sehingga memastikan GR GT memiliki kemampuan berhenti yang sangat baik secepat ia melaju.
Advertisement
DNA Gazoo Racing dan Warisan LFA Punya Hubungan Erat
Kehadiran Toyota GR GT tidak lepas dari filosofi "Toyota Shiniken Sengu" yang digagas oleh Akio Toyoda. Filosofi ini mencerminkan semangat untuk mewariskan keterampilan dalam pembuatan mobil kepada generasi mendatang.
GR GT berfungsi sebagai penerus spiritual dari Toyota 2000GT dan Lexus LFA. Model ini juga memiliki versi balap yang dikenal sebagai GR GT3, yang dirancang berdasarkan platform yang sama.
Di dalamnya, GR GT menampilkan desain interior yang bernuansa balap, termasuk jok bucket yang terbuat dari serat karbon dan setir berbentuk yoke.
Meskipun demikian, mobil ini tetap mempertahankan tombol fisik untuk fungsi-fungsi penting, sebuah keputusan yang disambut baik oleh penggemar yang merasa lelah dengan kontrol berbasis layar sentuh.
Semua elemen ini menegaskan bahwa GR GT adalah mobil balap yang legal untuk digunakan di jalan raya, dengan fokus utama pada pengalaman berkendara. Dengan peluncuran Toyota GR GT dan GR GT3, Toyota mengambil langkah besar untuk kembali ke segmen supercar.