Penjualan Kendaraan Bekas Melonjak 6 Persen, Diprediksi Makin Moncer Jelang Lebaran 2026

Pasar otomotif Indonesia menunjukkan tren positif, dengan penjualan kendaraan bekas mencatat kenaikan signifikan 6 persen pada Januari 2026. Momentum Lebaran diprediksi akan semakin mendongkrak minat pada penjualan kendaraan bekas, menarik perhatian calon

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penjualan Kendaraan Bekas Melonjak 6 Persen, Diprediksi Makin Moncer Jelang Lebaran 2026
Pasar otomotif Indonesia menunjukkan tren positif, dengan penjualan kendaraan bekas mencatat kenaikan signifikan 6 persen pada Januari 2026. Momentum Lebaran diprediksi akan semakin mendongkrak minat pada penjualan kendaraan bekas, menarik perhatian calon (AntaraNews)

Pasar otomotif Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik di awal tahun 2026. Berbeda dengan penjualan kendaraan baru yang cenderung melemah, segmen kendaraan bekas justru mencatat peningkatan yang signifikan. Data menunjukkan bahwa penjualan kendaraan bekas naik hingga 6 persen pada Januari 2026, menandakan pergeseran preferensi konsumen di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Peningkatan ini memberikan sinyal positif bagi industri mobil bekas di Tanah Air. Dengan perayaan Idul Fitri yang jatuh di awal tahun, Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, memprediksi bahwa penjualan kendaraan di segmen bekas akan semakin meningkat.

Fenomena ini didukung oleh pengalaman Lebaran tahun sebelumnya, di mana minat dan penjualan mobil bekas mengalami lonjakan. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai melihat kendaraan bekas sebagai pilihan strategis, terutama untuk kebutuhan mobilitas selama periode liburan panjang.

Penjualan kendaraan bekas di Indonesia memulai tahun 2026 dengan catatan yang mengesankan. Peningkatan sebesar 6 persen pada Januari 2026 menjadi bukti nyata bahwa pasar ini memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan penjualan kendaraan baru yang dilaporkan mengalami pelemahan, menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi di masyarakat.

Agung Iskandar dari OLXmobbi menyoroti bahwa tren positif ini kemungkinan akan berlanjut, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. Perayaan Lebaran yang datang lebih awal di tahun ini diperkirakan akan memberikan dorongan tambahan bagi pasar mobil bekas.

Data dari OLXmobbi juga menguatkan prediksi ini, dengan minat dan penjualan yang meningkat signifikan setelah Lebaran 2025. Minat di OLX naik hingga 22 persen, sementara penjualan di OLXmobbi mendekati rata-rata normal. Bahkan, realisasi penjualan mobil bekas di OLXmobbi sempat melonjak 24 persen pada satu minggu sebelum Lebaran tahun lalu.

Momentum perayaan Idul Fitri secara historis selalu menjadi pendorong utama bagi pasar kendaraan bekas. Agung Iskandar menjelaskan bahwa salah satu faktor pendukung utama peningkatan penjualan menjelang Lebaran adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja.

Dengan diterimanya THR, calon konsumen menjadi lebih berani untuk merealisasikan pembelian kendaraan bekas yang telah lama mereka incar. Keputusan ini didasari oleh kebutuhan untuk mempersiapkan kendaraan yang nyaman. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mudik dan bersilaturahmi dengan sanak saudara saat Lebaran.

Pengalaman dari Lebaran 2025 menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap mobil bekas di OLX meningkat tajam hingga 22 persen seminggu setelah Lebaran. Angka penjualan di OLXmobbi juga kembali mendekati rata-rata normal pada periode yang sama. Ini membuktikan bahwa Lebaran adalah periode krusial bagi pasar kendaraan bekas.

Selain THR, minat masyarakat yang tinggi terhadap beberapa jenis kendaraan tertentu juga menjadi faktor pendorong. OLX mencatat bahwa tipe MPV menjadi yang paling diminati dengan persentase 22,2 persen. Disusul ketat oleh SUV sebesar 21,7 persen, dan hatchback 17 persen.

Beberapa model kendaraan yang paling banyak dicari meliputi Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Toyota Fortuner, Honda CR-V, dan Honda HR-V. Model-model ini dikenal memiliki daya tahan dan kenyamanan yang cocok untuk perjalanan jauh, seperti mudik.

Dari sisi merek, Toyota masih memimpin loyalitas pasar di segmen kendaraan bekas. Sementara itu, Honda dan Suzuki menyusul di posisi berikutnya. Dominasi merek-merek Jepang ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan ketersediaan suku cadang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi