Dampak Cuaca Ekstrem Terjang Jateng, Sebabkan Longsor hingga Angin Kencang di Beberapa Tempat
Cuaca ekstrem yang terjadi membuat ratusan rumah warga rusak.
Cuaca ekstrem yang terjadi membuat ratusan rumah warga rusak.
Dampak Cuaca Ekstrem Terjang Jateng, Sebabkan Longsor hingga Angin Kencang di Beberapa Tempat
Belakangan ini cuaca ekstrem sering terjadi di berbagai daerah. Kondisi ini menyebabkan bencana hidrometeorologi pada daerah terdampak.
Angin Kencang di Semarang
Di Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, hujan yang turun disertai angin kencang pada Selasa (9/1) sore menyebabkan pohon dan sebuah kendang ayam roboh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugiannya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pada Rabu pagi (10/1) keesokan harinya, warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang tertimpa pohon. Menurut warga, pada awalnya hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Tuntang, namun angin tiba-tiba menerjang rumah warga.
Berdasarkan data dari Pemerintah Desa Watuagung, ada sebanyak 27 rumah yang rusak terkena angin kencang.
“Kebanyakan itu genteng mbak, jadi ada yang asbes. Kalau genteng sampai kabur kena putting beliung itu. Kalau korban Alhamdulillah tidak ada,” kata Heru Cahyono, Kepala Desa Watuagung, mengutip YouTube Liputan6 pada Jumat (12/1).
Angin Datang Tiba-Tiba
Sementara itu di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, angin puting beliung yang menerjang pada Selasa (10/1) sore menyebabkan ratusan rumah warga dan gedung sekolah rusak. Kerusakan terparah terlihat pada rumah warga yang terbuat dari genteng. Sementara atap rumah warga yang terbuat dari baja ringan roboh dan berhamburan.
Menurut kesaksian warga, angin puting beliung itu terjadi secara tiba-tiba. Warga sempat mengira kalau itu gempa.
“Angin datang saja gitu. Saya panik. Kejadiannya tiba-tiba. Nggak ada hujan, cuma angin,” kata Setiyowati, warga Desa Sedadi.
Pada keesokan harinya, petugas gabungan dari Koramil, Polsek, dan pemerintah desa bergotong-royong memperbaiki rumah warga yang hancur.
Data terakhir menyebut ada 150 rumah warga di Desa Sedadi yang rusak diterjang puting beliung. Sebanyak 20 rumah rusak berat, 50 rumah rusak sedang, dan sisanya rusak ringan.
Bangunan Sekolah Rusak
Tak hanya merusak rumah warga, angin puting beliung juga merusak dua ruang kelas di SD Negeri 2 Bologarang, Penawangan, Grobogan. Pihak sekolah terpaksa memulangkan para siswa karena ruang kelas yang tidak bisa digunakan.
“Ada dua ruang yaitu kelas 1 dan kelas 2. Kerusakan ada di bagian atap. Makanya tadi para siswa dipulangkan,” kata Endarti, Kepala SDN 2 Bologarang.
Genangan Air di Klaten
Cuaca ekstrem juga melanda wilayah Desa Jonggrangan, Klaten pada Rabu (11/1) sore. Kuatnya angin menyebabkan sebuah baliho berukuran 8x4 meter roboh dan menimpa satu buah sepeda motor yang sedang terparkir. Akibatnya arus lalu lintas di Jalan Raya Jogja-Solo tersendat.
Cuaca ekstrem itu juga menyebabkan permukiman warga di Barang Lor, Kecamatan Klaten Utara. Genangan air setinggi 30-35 cm menggenangi sejumlah kios pakan unggas dan sepeda. Ada tujuh kios warga yang terendam. Selain itu banjir juga merendam jalan kampung.
Genangan air itu juga sampai masuk ke rumah-rumah warga. Setelah genangan air berangsur surut, warga kemudian menyingkirkan endapan lumpur yang masuk ke permukiman