Polisi Amankan Kawasan Istiqlal dan Al-Azhar saat Salat Id, Pengalihan Lalu Lintas Diberlakukan Jika Jemaah Meluber ke Jalan
Pengalihan lalu lintas ini dilakukan apabila ada pelaksanaan salat Idulfitri hingga ke jalan raya.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan melakukan pengalihan arus lalu lintas di jalan Jakarta. Pengalihan lalu lintas ini dilakukan apabila ada pelaksanaan salat Idulfitri hingga ke jalan raya.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengatakan akan mengamankan pelaksanaan salat Id di kawasan Istiqlal hingga Masjid Al-Azhar.
"Sama pengamanan salat id juga demikian seperti di Istiqlal ini kan pengamanan kalau kegiatan Bapak Presiden itu tentunya pengamanan VIP dan juga pengamanan tempat-tempat seperti Al-Azhar," kata Latif kepada wartawan, Minggu (30/3).
Menurut Latif, rencana pengalihan arus lalu lintas itu bakal dilakukan jika memang terpaksa menggunakan jalan untuk pelaksanaan salat Id.
Meski demikian, untuk wilayah Jakarta hingga sampai saat ini belum ada laporan menggunakan jalan untuk salat Id.
"Dan juga nanti kita mendatakan sudah kami datakan beberapa tempat yang sekiranya apabila terpaksa menggunakan jalan ya akan kita amankan kita alihkan arus," pungkas dia.
Prabowo dan Gibran Bakal Salat Id di Masjid Istiqlal
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akan melaksanakan salat Idulfitri 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Nasaruddin rencananya akan salat bersama Presiden Prabowo Subianto.
"InsyaAllah (salat Id bersama Presiden)," kata Nasaruddin di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (29/3).
Tidak hanya Prabowo, menurut Nasaruddin, rencananya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga akan melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Istiqlal.
"Iya, Wapres," ujar Nasaruddin.
Pemerintah Tetapkan Lebaran 1 Syawal 1446 Hijriah Jatuh Senin 31 Maret 2025
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1446 Hijriah di Indonesia jatuh pada Senin 31 Maret 2025. Penetapan hari Lebaran ini berdasarkan sidang isbat penentuan awal Syawal 1446 Hijriah yang dipimpin langsung Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada Sabtu 29 Maret 2025.
“Disepakati bahwa tanggal 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari Senin, tanggal 31 Maret 2025 Masehi,” kata Nasaruddin usai sidang isbat, Sabtu (29/3).
Proses Sidang Isbat
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat penentuan awal Syawal 1446 Hijriah atau Idulfitri 1446 Hijriah. Dalam sidang isbat digelar Sabtu (29/3) ini, ada proses seminar pemaparan posisi hilal.
Dalam seminar pemaparan posisi hilal, Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya menyampaikan posisi hilal di sejumlah negara.
Namun, terlebih dahulu Cecep menjelaskan mengenai kriteria penentuan hilal di Indonesia berdasarkan kriteria dari Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) untuk menentukan pergantian bulan.
Kriteria tersebut menetapkan, imkanur-rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal ketinggiannya 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Ketinggian hilal pada 29 Maret 2025 di Jakarta pada ketinggian minus 1,85 derajat. Sementara itu, untuk ketinggian hilal di Jayapura berada pada posisi minus 3,26 derajat dan Banda Aceh minus 1,08 derajat.
"Seluruh wilayah di NKRI tidak memenuhi kriteria tinggi hilal MABIMS," kata Cecep dalam paparannya, Sabtu (29/3).
Kemudian, untuk elongasinya, semua wilayah di Indonesia juga tidak memenuhi kriteria MABIMS.
"Sehingga, tanggal 1 Syawal 1446 H (diprediksi) jatuh pada Senin Pahing, 31 Maret 2025," ujar Cecep.