Viktor Axelsen Keluhkan Belum Terima Hadiah Indonesia Open 2023, Ini Tanggapan PBSI
Pebulutangkis asal Denmark itu seharusnya menerima hadiah uang sebesar 87.500 ribu dolar AS (Rp1,3 miliar).
Pebulutangkis asal Denmark itu seharusnya menerima hadiah uang sebesar 87.500 ribu dolar AS (Rp1,3 miliar).
Viktor Axelsen Keluhkan Belum Terima Hadiah Indonesia Open 2023, Ini Tanggapan PBSI
Unggahan Viktor Axelsen di Twitter
Kehebohan ini berawal dari Viktor Axelsen yang mengunggah sebuah cuitan di akun twitternya.
Dalam unggahan itu, ia menceritakan soal bagaimana BWF (Badminton World Federation) mendendanya sebanyak 5 ribu dolar karena absen dari turnamen SIngapore Open
Ia absen lantaran harus melakukan rehabilitasi untuk otot-ototnya yang tegang. Demi persiapannya mengikuti Indonesia Open 2023.
"Sebagai permulaan, dengan tiket pesawat, hotel, dan penerbangan pulang, kami hampir menghabiskan 5 ribu dolar. Ditambah lagi dengan tidak dapat melakukan rehabilitasi dan latihan yang tepat untuk bersiap-siap menghadapi event level 1000 mereka," tambah Viktor Axelsen.
Tak berhenti di situ, Viktor juga mengunggah pemberitahuan BWF padanya soal pengenaan denda.
Diketahui, BWF memang mewajibkan seluruh pemain yang berada di peringkat atas dunia untuk mengikuti setiap turnamen kelas 750/1000.
Di luar soal denda yang harus ia bayarkan itu, ia merasa ironis karena hingga kini ia mengaku belum menerima hadiah dari Indonesia Open yang digelar pada 13-18 Juni lalu.
Pebulutangkis asal Denmark itu seharusnya menerima hadiah uang sebesar 87.500 ribu dolar AS (Rp1,3 miliar).
"Ironisnya kami masih belum menerima hadiah uang dari Indonesia yang seharusnya sudah masuk ke rekening para pemain. Oh ironisnya!"
tulis Viktor Axelsen di Twitter-nya pada Rabu (12/7).
merdeka.com
Sudah 3 Minggu Usai Indonesia Open Usai
Di unggahannya selanjutnya, ia juga mengunggah aturan soal 'prize money'. Dalam peraturan itu, tertulis jika hadiah harus diberikan setidaknya tiga minggu usai turnamen berakhir dan tanpa penundaan. Namun nyatanya Viktor belum menerima haknya.
Broto Happy mewakili PBSI dan panitia penyelenggara pun menjelaskan bahwa mereka telah menyelesaikan kewajiban.
Ia mengaku sudah mentransfer hadiah semua pemenang Indonesia Open 2023 sejak 5 Juli 2023.
"Panitia penyelenggara Kapal Api Group Indonesia Open 2023 melalui PP PBSI sudah menunaikan semua kewajiban dan tanggung jawab kepada BWF pada 5 Juli 2023 atau lima hari lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan." tambah Broto Happy.
BWF Sudah Terima Transfer Hadiah dari PBSI
Broto menambahkan BWF juga sudah mengkonfirmasi menerima hadiah yang ditransfer oleh PBSI.
"Jadi kami berharap PP PBSI tidak lagi dilibatkan dalam polemik yang terjadi dan semoga isu ini tidak menjadi bola liar," ujar Broto Happy.