Dedi Mulyadi Perpanjang Program Pemutihan Pajak Kendaraan Karena Terlalu Banyak Warga yang Nunggak
Gubernur Jawa Barat ini mengungkap alasan banyak warganya yang nunggak pajak.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memutuskan memperpanjang program pemutihan pajak kendaraan. Salah satu alasannya karena terlalu banyak wajib pajak yang nunggak.
“Pertama dari sisi jangka waktu terlalu mepet ya. Karena melayani hampir 6 juta wajib pajak yang nunggak itu kan bukan perkara gampang. Saya melihat timbul antrean yang begitu panjang dan itu merepotkan baik petugas atau para wajib pajak. Sehingga agar tidak terjadi antrean yang terlalu panjang, maka waktunya diperpanjang, agar nanti jumlahnya tidak terlalu berdesak-desakan dan bisa terlayani dengan baik semuanya," jelasnya kepada wartawan, Rabu (2/4).
Dedi menjelaskan, banyak masyarakat yang menunggak pajak bukan karena kemauan, tapi karena ketidakmampuannya membayar apalagi ditambah dendanya yang menumpuk bertahun-tahun. Ada yang 15 tahun, bahkan 18 tahun. Karena itu, program pemutihan pajak ini dihadirkan.
"Mereka tidak bayar karena ketidaksanggupan membayar utang dan karena denda. Itukan, ada yang 15 tahun, ada yang 18 tahun, paling sedikit kan dua tahun. Kita kan tidak mungkin menunggu ketidaksanggupan itu, menjadi sanggup. Kan lebih baik dibebaskan, mereka bayar 1 tahun," ujar dia.
Dedi mengklaim kebijakan ini berhasil mendorong mereka untuk membayar pajak kendaraan.
"Dan itu terbukti kan. Ketika mereka membayar 1 tahun mereka berbondong-bondong membayar," cetusnya.
Dedi mengharapkan tahun ini dari 6 juta penunggak, minimal 4 juta bisa lunas. Sehingga, tahun berikutnya mereka akan menjadi wajib pajak aktif. Artinya, pemasukan daerah dari pajak kendaraan bakal naik drasti.
"Maka pada tahun ini pasti ada peningkatan wajib pajak melakukan pembayaran. Tahun depan kita harapkan kalu misalnya dari 6 juta yang menunggak, itu kemudian nanti bisa membayar 4 juta. Berarti tahun ini ada tambahan pembayaran pajak sebanyak 4 juta wajib pajak kendaraan bermotor. Maka tahun depan yang 4 juta akan membayar," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menjawab soal kritikan terhadap program pemutihan pajak kendaraan. Menurut dia, masyarakat yang telah taat pajak tak usah khawatir, karena Dedi mengaku sedang menyiapkan kejutan bagi mereka.
"Itu sudah saya rumuskan. Tapi kan tidak boleh saya disebutin sekarang. Buat yang taat pajak juga nanti akan kita kasih surprise," tandasnya.