Sejarah Hari Buku Sedunia: Berawal dari Spanyol dan Kematian Shakespeare
Sejarah Hari Buku Sedunia (HBSD) yang diperingati setiap 23 April, bermula dari inisiatif Spanyol pada 1922 dan ditetapkan UNESCO pada 1995.
Hari Buku Sedunia diperingati setiap tanggal 23 April. Peringatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga kampanye global untuk mendorong kecintaan terhadap buku dan literasi. Perayaan ini memiliki akar sejarah yang panjang dan menarik, dimulai dari sebuah inisiatif di Spanyol dan kemudian diakui secara internasional oleh UNESCO.
Peringatan Hari Buku pertama kali diusulkan oleh penulis Valencia, Vicente Clavel Andrés, pada tahun 1922 untuk menghormati Miguel de Cervantes, penulis legendaris Spanyol. Awalnya, perayaan jatuh pada tanggal 7 Oktober, bertepatan dengan hari lahir Cervantes, dan pertama kali dirayakan pada tahun 1926. Namun, Raja Alfonso XIII kemudian memindahkannya ke tanggal 23 April, yang juga merupakan hari wafat Cervantes.
Tanggal 23 April memiliki makna khusus karena bertepatan pula dengan hari wafat William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega, dua tokoh sastra dunia lainnya. Keberadaan beberapa peristiwa penting ini pada tanggal yang sama semakin memperkuat signifikansi tanggal 23 April dalam dunia literatur.
Siapa yang tidak pernah mendengar nama William Shakespeare? Meski tidak semua orang yang benar-benar membaca karyanya, namun Shakespeare merupakanseorang penyair, penulis naskah, dan aktor Inggris terkenal era Renaisans Inggris hingga hari ini.
Dia memiliki pengaruh luar biasa pada Bahasa Inggris dan menemukan ratusan kata yang masih kita gunakan sampai sekarang.Tanggal 23 April juga juga merupakan peringatan kematian penulis terkenal William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega. Namun, ada plot twist dalam fakta sejarah ini. Sesuai kebetulan sejarah, Shakespeare dan Cervantes meninggal pada tanggal yang sama 23 April 1616, tetapi tidak pada hari yang sama.Saat itu, Spanyol mengikuti kalender Gregorian, sementara Inggris mengikuti kalender Julian.
Sesuai kalender Gregorian, Shakespeare meninggal sepuluh hari kemudian setelah Cervantes, yaitu pada 3 Mei. Ternyata 23 April Menjadi Hari Kematian Penulis Dunia Lainnya. Faktanya, selama bertahun-tahun beberapa penulis lain telah meninggal pada tanggal 23 April: misalnya, William Wordsworth dan PL Travers (Mary Poppins).
Penulis otobiaografi Boris Yeltsin, Howard Cosell, dan Otto Preminger dan César Chávez, seorang aktivis HAM yang hidupnya singkat pada tanggal itu sebelum dia bisa menulis ceritanya.
Dari Inisiatif Lokal Menjadi Perayaan Global
Perayaan Hari Buku di Spanyol berkembang pesat. Di Catalonia, tanggal 23 April bertepatan dengan hari Santo Jordi, santo pelindung daerah tersebut. Tradisi saling memberi buku dan bunga mawar pada hari Santo Jordi telah berlangsung sejak Pameran Buku Barcelona tahun 1931, menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara buku, budaya, dan perayaan lokal.
UNESCO secara resmi mengakui dan menetapkan 23 April sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia pada tahun 1995. Langkah ini menandai pengakuan internasional atas pentingnya mempromosikan membaca, penerbitan, dan perlindungan hak cipta. UNESCO juga ingin menghormati para penulis dan karya-karya mereka yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan pengetahuan dan budaya manusia.
Sejak tahun 2001, UNESCO juga menunjuk sebuah kota sebagai 'Ibu Kota Buku Dunia' setiap tahunnya. Kota terpilih akan menjalankan berbagai program dan inisiatif untuk mempromosikan literasi dan budaya membaca di seluruh lapisan masyarakat. Rio de Janeiro, Brasil, terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia pada tahun 2025.
Tujuan dan Makna Hari Buku Sedunia
Hari Buku Sedunia memiliki beberapa tujuan mulia. Pertama, tentu saja untuk mempromosikan budaya membaca di seluruh dunia. Hal ini penting karena membaca merupakan kunci untuk mengembangkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas hidup.
Kedua, peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan literasi. Buku merupakan jendela dunia, sumber informasi, dan sarana untuk berbagi ide dan pengetahuan. Literasi merupakan fondasi bagi kemajuan individu dan masyarakat.
Ketiga, Hari Buku Sedunia juga mendorong perlindungan hak cipta bagi penulis dan penerbit. Perlindungan hak cipta sangat penting untuk mendorong kreativitas dan inovasi dalam dunia sastra. Penulis dan penerbit perlu mendapatkan penghargaan atas karya-karya mereka.
Terakhir, peringatan ini bertujuan menghargai kontribusi penulis dan penerbit terhadap perkembangan pengetahuan dan budaya. Mereka telah memberikan sumbangan yang tak ternilai bagi peradaban manusia. Dengan membaca karya-karya mereka, kita dapat belajar dari pengalaman, wawasan, dan ide-ide mereka.
Singkatnya, Hari Buku Sedunia adalah perayaan global yang kaya akan sejarah dan memiliki tujuan mulia. Peringatan ini mengajak kita untuk lebih mencintai buku, menghargai literasi, dan mendukung para penulis dan penerbit. Mari kita rayakan Hari Buku Sedunia dengan membaca buku-buku inspiratif dan menyebarkan kecintaan terhadap literasi.