Tanpa Lerak Pun Bisa! Ini 11 Tips Mencuci Batik Agar Tetap Kinclong, Warna Tak Pudar
Ingin baju batik Anda tetap awet dan warnanya tidak pudar tanpa menggunakan lerak? Simak 11 tips mencuci batik dengan metode aman dan praktis ini!
Sejak ditetapkan sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, batik tak lagi sekadar kain bermotif. Ia telah menjelma menjadi simbol identitas budaya Indonesia yang mendunia. Batik bukan hanya dipakai saat acara formal seperti pernikahan atau pelantikan, tapi juga semakin sering dipakai untuk aktivitas harian, terutama setelah ditetapkannya Hari Batik Nasional.
Namun, karena umumnya terbuat dari bahan alami dan diwarnai dengan teknik khusus, batik—terutama batik tulis—memerlukan perawatan ekstra agar tidak cepat pudar. Sayangnya, tidak semua orang punya akses ke buah lerak, bahan tradisional pencuci batik yang sudah dipakai sejak zaman dulu. Tapi jangan khawatir! Kamu tetap bisa mencuci batik tanpa lerak dan hasilnya tetap awet, asal tahu triknya.
Berikut ini adalah 11 tips praktis mencuci batik tanpa lerak agar warna tetap cerah dan tidak pudar.
1. Cuci Secara Manual, Hindari Mesin Cuci
Langkah pertama: cuci batik menggunakan tangan. Mesin cuci dapat membuat motif cepat pudar karena putarannya terlalu kuat. Batik, apalagi yang tulis, sangat rentan terhadap gesekan. Cukup celup-celupkan batik di dalam air, jangan dikucek keras apalagi disikat. Ketika mencuci baju batik sebaiknya dilakukan secara manual atau menggunakan tangan. Sebab ketika mencuci dengan tangan akan menjaga serat kain batik tetap awet.
2. Pisahkan dari Pakaian Lain
Batik harus dicuci terpisah dari pakaian lain. Hal ini penting agar warna dari batik tidak bercampur dengan warna pakaian lain atau sebaliknya. Ingat, pewarna alami pada batik bisa saja sedikit luntur saat dicuci, apalagi saat pertama kali.
3. Gunakan Air Dingin atau Suam-Suam Kuku
Saat mencuci, gunakan air bersuhu normal atau sedikit hangat. Air panas bisa merusak serat kain dan mempercepat luntur. Jika batik cukup kotor atau terasa berkeringat, kamu bisa merendamnya sebentar dengan air hangat suam-suam kuku.
4. Coba Gunakan Sampo atau Sabun Mandi
Kalau kamu tidak punya sabun khusus batik dan lerak, gunakan sampo bayi atau sabun mandi cair. Caranya, larutkan secukupnya dalam air hingga berbusa ringan, lalu celupkan batik ke dalamnya. Pastikan jangan menggunakan deterjen biasa ya! Deterjen mengandung bahan kimia keras yang bisa membuat warna batik cepat luntur dan seratnya rusak.
5. Rendam dengan Cuka untuk Cegah Luntur (Khusus Batik Baru)
Untuk mencuci batik yang baru pertama kali dipakai, kamu bisa merendamnya selama 30 menit dalam air dingin yang dicampur sedikit cuka dapur. Ini akan membantu mengunci warna batik agar tidak luntur pada pencucian berikutnya.
6. Jangan Digosok Terlalu Kuat
Gosokan keras bisa merusak motif batik. Cukup kucek lembut bagian yang kotor saja, seperti bagian kerah atau lengan. Kalau ada noda membandel, gunakan sabun mandi atau kulit jeruk yang digosokkan lembut.
7. Jangan Diperas dan Hindari Mesin Pengering
Setelah mencuci, jangan peras kain batik seperti memeras cucian biasa. Cukup digantung dan ditekan lembut dari ujung ke ujung untuk menghilangkan kelebihan air. Perasan keras bisa membuat kain kusut dan motif cepat rusak.
8. Jemur di Tempat Teduh, Bukan di Bawah Sinar Matahari Langsung
Sinar matahari langsung bisa memudarkan warna batik. Sebaiknya jemur batik di tempat yang teduh, tetapi cukup berangin agar cepat kering. Kalau bisa, jemur dari bagian dalam atau balik kain agar motif tetap terjaga.
9. Setrika dari Bagian Dalam atau Gunakan Kain Pelapis
Hindari menyetrika batik langsung di bagian bermotif. Setrika dari bagian dalam, atau lapisi kain dengan kain katun tipis agar motif tidak terkena panas langsung. Kalau punya, gunakan setrika uap dengan suhu rendah. Gunakan temperatur suhu yang tidak terlalu tinggi ketika menyetrika baju batik agar malam pada kain tidak luntur.
10. Hindari Cairan Pewangi dan Pelembut
Pewangi dan pelembut pakaian sering mengandung zat kimia keras yang bisa merusak warna alami batik. Jika kain terlalu kusut, cukup semprotkan air biasa sebelum menyetrika. Batik tulis bahkan sebaiknya tidak disetrika sama sekali, cukup diluruskan saat dijemur.
11. Simpan di Tempat Kering, Jangan Lupa Angin-anginkan
Simpan batik di lemari yang kering dan tidak lembap. Hindari menggunakan kamper atau kapur barus karena bahan kimianya bisa merusak warna kain. Sebagai gantinya, gunakan akar wangi atau merica bulat yang dibungkus kain tipis.
Jangan lupa, sesekali keluarkan dan angin-anginkan batik agar tidak berjamur. Jamur bisa menimbulkan noda membandel dan merusak serat kain.
Perawatan Batik Itu Gampang Asal Tahu Triknya
Batik adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang tidak hanya bernilai artistik, tapi juga sejarah. Sayangnya, banyak batik rusak hanya karena cara mencuci yang keliru. Padahal, seperti yang telah dijelaskan, kamu bisa mencuci batik tanpa lerak dan tetap menjaga keindahannya.
Dengan memisahkan pencucian, menggunakan sampo atau sabun lembut, tidak memeras dan tidak menjemur di bawah matahari langsung, kamu sudah melakukan langkah besar untuk menjaga batik tetap awet.
Jadi, yuk rawat batikmu dengan benar! Supaya tidak hanya kamu yang bisa memakainya, tapi juga anak-cucu kelak. Karena merawat batik, sama dengan menjaga warisan budaya bangsa.