Usianya 17 Kali Lebih Tua dari Piramida Mesir, Ini Makhluk Hidup Terbesar dan Tertua di Bumi
Selama puluhan tahun para ilmuwan takjub dengan ketahanan hidup makhluk ini.
Bukan dinosaurus atau hewan raksasa lainnya, namun organisme terbesar di Bumi ini adalah pohon yang hidup di jantung Hutan Nasional Fishlake di Utah, Amerika Serikat.
Makhluk ini disebut Pando, sebuah koloni aspen raksasa yang membentang seluas lebih dari 106 hektar. Dikutip dari Daily Galaxy, Pando adalah organisme hidup terbesar dan mungkin tertua di Bumi. Hal yang luar biasa dari Pando bukan hanya ukurannya, tapi bagaimana organisme ini lolos dari kematian selama ribuan tahun.
Pando, yang namanya berarti “Saya menyebar” dalam bahasa Latin, bukanlah kumpulan pohon individu melainkan satu kesatuan. Hampir 50.000 batang pohon, semuanya identik secara genetis, muncul dari satu sistem akar bawah tanah yang sangat besar. Para ilmuwan memperkirakan usianya antara 16.000 dan 80.000 tahun.
Pando mengkloning dirinya sendiri tanpa henti sehingga dapat bertahan hidup dari masa ke masa. Tidak seperti kebanyakan pohon, Pando tidak bergantung pada benih untuk reproduksi. Sebaliknya, ia meregenerasi batang-batang baru langsung dari akarnya, menjaga cetak biru genetika kuno tetap hidup sementara dunia di sekitarnya berubah.
Selama puluhan tahun para ilmuwan takjub dengan ketahanan hidup Pando.Penelitian terbaru mengungkap rahasia genetik di dalam akar, daun, kulit kayu, dan cabangnya. Para peneliti mengidentifikasi 4.000 mutasi genetik yang tersebar di seluruh sistemnya, perubahan halus yang terakumulasi selama ribuan tahun. Namun, meski terjadi mutasi, susunan genetik Pando tetap seragam.
Bikin Komunitas Illmiah Keheranan
Konsistensi yang tidak terduga ini telah menimbulkan keheranan di kalangan komunitas ilmiah. Bagaimana sebuah klon, yang pada dasarnya merupakan salinan genetik dari dirinya sendiri, dapat bertahan dan beradaptasi dalam jangka waktu yang begitu lama tanpa menyerah pada kerentanan yang khas dari klon?
William Ratcliff, ilmuwan terkemuka yang mempelajari Pando, berpendapat bahwa keragaman genetiknya mungkin terdistribusi lebih baik ke seluruh sistemnya dibandingkan perkiraan sebelumnya, sebuah fitur yang mungkin memperkuat kelangsungan hidupnya.
Salah satu rahasia daya hidup Pando terletak pada triploidinya, sebuah anomali genetik yang menghasilkan tiga salinan dari setiap kromosom. Sifat ini bisa menjadi kunci dari daya tahannya yang luar biasa. Para ilmuwan meyakini triploidi meningkatkan ukuran dan kekuatan sel, memungkinkan Pando menghadapi perubahan lingkungan yang telah memusnahkan ekosistem lain.
Namun aktivitas manusia, penggembalaan rusa dan elk yang berlebihan, serta perubahan iklim menimbulkan ancaman signifikan terhadap kelangsungan hidup Pando. Para pegiat konservasi kini berlomba untuk melindunginya dari tekanan-tekanan ini, dengan menekankan bahwa Pando bukan sekadar keajaiban alam, melainkan harta karun biologis yang dapat mengungkap misteri tentang evolusi, kloning, dan kelangsungan hidup jangka panjang.