Terungkap Ini Alasan Donald Trump Ingin Kuasai Greenland hingga Mau Pakai Kekuatan Militer
Presiden Donald Trump memandang Greenland sebagai wilayah strategis yang krusial bagi kepentingan AS di kawasan Arktik.
Gedung Putih menyatakan bahwa penguasaan Greenland menjadi prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer sebagai salah satu opsi.
Pernyataan ini kembali memicu ketegangan dengan sekutu-sekutu Eropa, terutama Denmark, yang menegaskan kedaulatan Greenland tidak bisa diganggu gugat.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Presiden Donald Trump memandang Greenland sebagai wilayah strategis yang krusial bagi kepentingan AS di kawasan Arktik.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri ini, dan penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi,” ujar Leavitt, dikutip dari @NBC NEWS, Jumat (9/1).
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah sejumlah negara Eropa termasuk Denmark, Prancis, Jerman, Inggris, dan Italia mengeluarkan sikap bersama.
Mereka menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya dan setiap upaya terkait wilayah itu hanya dapat diputuskan oleh Denmark dan Greenland sendiri.
Selain Operasi Militer, AS Pertimbangkan Jalur Diplomatik
Seorang pejabat senior Gedung Putih menyebutkan bahwa selain opsi militer, AS juga mempertimbangkan jalur diplomatik, seperti membeli Greenland dari Denmark atau membentuk perjanjian asosiasi bebas.
Skema serupa sebelumnya diterapkan AS dengan Kepulauan Marshall, Mikronesia, dan Palau, yang memungkinkan kehadiran militer AS sebagai imbalan bantuan ekonomi.
Trump sendiri dalam beberapa bulan terakhir semakin terbuka menyampaikan keinginannya untuk mengambil alih wilayah semi-otonom tersebut, dengan alasan letak strategis dan kekayaan mineral Greenland. Kepada NBC News, Trump bahkan menegaskan dirinya “sangat serius” dengan rencana tersebut.
Namun, wacana ini menuai penolakan, termasuk dari dalam negeri AS. Ketua DPR Mike Johnson menilai penggunaan kekuatan militer tidak pantas, meski mengakui posisi strategis Greenland bagi Washington.
Sementara itu, pejabat Prancis dan Denmark menegaskan bahwa keamanan Arktik harus dijaga secara kolektif dalam kerangka NATO dan prinsip Piagam PBB.
Ketegangan ini menambah daftar panjang kontroversi kebijakan luar negeri Trump pascapemilu 2024, di tengah kekhawatiran sekutu NATO akan preseden penggunaan kekuatan terhadap sesama anggota aliansi.
Reporter Magang: Ahmad Subayu