Seorang Warga China Tewas di Iran Usai Serangan Gabungan AS dan Israel
China mengonfirmasi satu warganya tewas akibat serangan AS-Israel ke Iran. Lebih dari 3.000 warga China telah dievakuasi melalui jalur darat.
Pemerintah China mengonfirmasi satu warganya meninggal dunia akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Korban disebut terjebak dalam konflik militer yang terjadi di Teheran.
"Pemerintah China berduka atas seorang warga negara kami yang kehilangan nyawa ketika terjebak dalam konflik militer di Teheran. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (2/3) dikutip Antara.
Mao mengatakan pemerintah telah menginstruksikan Kedutaan Besar China di Iran untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak dan keluarga korban.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak kondisi keamanan di Iran memburuk, kementerian dan perwakilan diplomatik China telah meminta warga negaranya segera meninggalkan wilayah tersebut.
Lebih dari 3.000 Warga Dievakuasi
Hingga Senin, lebih dari 3.000 warga negara China dilaporkan telah keluar dari Iran. Proses evakuasi dilakukan melalui sejumlah jalur darat menuju negara tetangga.
"Misi diplomatik China di negara-negara tetangga Iran telah mengirimkan kelompok kerja untuk menerima dan membantu warga negara China yang dievakuasi ke perbatasan," ujar Mao.
China menyediakan rute evakuasi darat melalui Azerbaijan, Armenia, Turkiye, dan Irak.
Terkait serangan militer yang terjadi pada Sabtu, Mao menyatakan pemerintah China tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai aksi tersebut.
Serangan itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer. Bulan Sabit Merah Iran mencatat sedikitnya 555 orang meninggal dunia.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta sejumlah aset Amerika Serikat di kawasan Teluk. Tiga personel militer AS dilaporkan tewas dalam serangan balasan tersebut.