Lomba Aneh di Dunia, Gali Kubur Jadi Ajang Kompetisi
Bagaimana mungkin penggalian kubur dapat dijadikan sebagai suatu kompetisi berskala internasional?
Ajang yang menarik di Hungaria ini berhasil menarik perhatian publik dan menjadi viral di media sosial.
Setiap tahunnya, para penggali kubur dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk berpartisipasi dalam International Grave Digging Championship atau Kejuaraan Dunia Penggali Kubur.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2016, ajang ini secara rutin diadakan oleh Asosiasi Operator dan Pengelola Pemakaman Hongaria (MTFE), seperti yang dilaporkan oleh Oddity Central pada Jumat (19/9/2025).
Hanya pada tahun 2020 dan 2021 acara ini tidak dilaksanakan akibat pandemi yang melanda.
Para peserta yang berasal dari berbagai negara ini menunjukkan kemampuan mereka dalam menggali liang lahat.
Dalam kompetisi ini, setiap tim terdiri dari dua orang yang harus menggali kubur dengan ukuran 2 meter panjang, 80 sentimeter lebar, dan kedalaman 1,6 meter dalam waktu dua jam.
Setelah proses penggalian selesai, tanah sekitar 2,5 ton yang telah digali harus dikembalikan dan ditata rapi sehingga membentuk gundukan kuburan.
Kriteria utama penilaian dalam perlombaan ini adalah kecepatan, ketelitian, dan kerapian dalam menyelesaikan tugas mereka.
Juara bertahan
Tanggal 6 September tahun ini, kejuaraan kedelapan kembali dilaksanakan. Penilaian terhadap penampilan peserta dilakukan dengan menggunakan sistem skala 10 poin yang mempertimbangkan aspek kecepatan, estetika, dan presisi.
Tim dari Hongaria, Parakletosz Nonprofit Kft, berhasil meraih juara dengan catatan waktu 1 jam 33 menit 20 detik.
"Laszlo Kiss dan Robert Nagy memenangkan lomba dengan waktu 1 jam, 33 menit, 20 detik, mempertahankan juara pertama mereka dari tahun lalu. Mereka mengaku sukses berkat rutinitas kerja sehari-hari tanpa latihan khusus," tulis MTFE dalam keterangan resminya.
Di sisi lain, tim yang mewakili Rusia, pegawai Krematorium Novosibirsk, menempati posisi ketiga, dan mereka mengaitkan penurunan performa dengan cuaca panas yang ekstrem.
Bukan Sekadar Lomba
Kejuaraan ini lebih dari sekadar ajang hiburan. Penyelenggara mengungkapkan bahwa tujuan utama acara ini adalah untuk meningkatkan reputasi profesi penggali kubur, menarik minat generasi muda, serta memberikan penghargaan atas kerja keras mereka.
Profesi penggali kubur dianggap memerlukan tidak hanya kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental yang tinggi. Melalui kompetisi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai kontribusi dan peran penting mereka dalam masyarakat.